Panglima, Kapolri, Kepala BNPB hingga Pangdam ke Wisma Atlet

·Bacaan 2 menit

VIVAPanglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji mengunjungi Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam kunjungan tersebut, Panglima TNI menyampaikan kabar gembira terkait pengananan COVID-19. Hadi mengatakan, kasus konfirmasi atau kasus orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Indonesia mengalami penurunan.

"Saudara-saudara dengan semangat kerjasama TNI dan Polri, Kementerian Lembaga, Kementerian Kesehatan, BNPB, Pemerintah Daerah, dan organisasi masyarakat dari berbagai komponen bangsa, saat ini kasus konfirmasi (COVID-19) telah turun," kata Hadi, Selasa 17 Agustus 2021.

Sebelumnya, lanjut Hadi, puncak kasus konfirmasi di Indonesia pernah tercatat pada 15 Juli 2021 lalu. Namun, pada 16 Agustus 2021 kemarin, kasus konfirmasi telah mengalami tren penurunan yang signifikan.

Selain itu, terkait kasus konfirmasi di wilayah DKI Jakarta juga mengalami penurunan drastis. Padahal, di wilayah DKI pada Bulan Juli lalu sempat mencatat kasus konfirmasi harian yang mencapai angka 12 ribu.

"Puncak kasus terkonfirmasi terjadi pada 15 Juli 2021, sebanyak 56.757 dan pada 16 Agustus kemarin sudah turun menjadi 17.384. Sementara kasus terkonfirmasi di DKI pada 12 Juli 2021 sebanyak 14.622 dan pada 16 Agustus 2021 kemarin menurun di angka 513," lanjutnya.

Sementara itu, RSDC Wisma Atlet pun mengalami penurunan bed occupancy rate (BOR). Di mana, RSDC Wisma Atlet pada Bulan Juli lalu sempat terjadi lonjakan BOR yang mengkhawatirkan.

"Untuk RSDC Wisma Atlet, puncaknya terjadi pada 30 Juli yang merawat 7.167 dan bornya 97%. Saat ini RSDC sedang merawat 1.503 dan tercatat BOR-nya 19,04%," ungkap Hadi.

Hadi menjelaskan, bahwa kasus konfirmasi di wilayah DKI Jakarta kini telah mengalami penurunan, bahkan dalam sehari ini tercatat hanya ada 84 kasus konfirmasi. DKI Jakarta kini mulai diberlakukan PPKM Level 3 dan tracing sendiri hingga saat ini masih berada di angka 6,37.

"Saat ini kasus konfirmasi harian sudah turun menjadi 84 dan masuk Level 3. Sedangkan tracing masih berada di 6,37, artinya rasionya setiap satu kasus konfirmasi, kita mampu melaksanakan tracing kontak erat adalah rata-rata 6 orang," jelas dia.

Diketahui, BOR di DKI Jakarta kini sudah turun. Selain itu, diketahui pula angka kesembuhan pasien Covid-19 di DKI Jakarta kini mulai mengalami peningkatan, sedangkan angka kematian justru mengalami penurunan.

"Kalau kita melihat BOR-nya itu memang turun drastis 31.18%, artinya adalah terjadinya peningkatan kasus kesembuhan dan angka kematian juga turun menjadi 2,37%," ucap Hadi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel