Panglima TNI akan Telusuri 6 Orang Diduga Intel Asing di Nunukan Kaltara

Merdeka.com - Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa buka suara terkait dengan Satgas Marinir Ambalat XXVIII TNI AL BKO Guspurla Koarmada II yang menangkap enam warga diduga intelijen di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). Tiga di antaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA).

Andika mengaku belum mendapatkan laporan secara resmi terkait dengan enam orang yang diamankan pihak TNI bersama Imigrasi. Termasuk kebenaran soal mereka adalah mata-mata asing atau tidak.

"Saya sendiri belum dapat laporan resmi. Tapi saya akan hati-hati, karena tadi mata-mata itu juga saya harus tahu persis," kata Andika di Mabes TNI, Jakarta, Minggu (24/7).

Andika menegaskan dugaan mata-mata asing itu bukan disampaikan dirinya. Melainkan pernyataan dari orang lain, sehingga perlu ditelusuri secepatnya.

"Yang bilang itu (mata-mata) kan bukan saya. Saya harus tahu dulu, sampai hari ini saya belum dapat laporan resmi, tapi saya janji, saya akan telusuri supaya proporsional penanganannya," ujar ia.

Identitas 6 Orang Diduga Intel Asing

Sebelumnya, Satgas Marinir Ambalat XXVIII TNI AL BKO Gugus Tempur Laut Komando Armada II telah berhasil mengamankan enam orang yang terdiri dari tiga orang WNI dan tiga orang WNA pada Rabu, 20 Juli 2022.

Mereka adalah, WNI adalah Elwin 23 tahun, Thomas Randi Rau 40 tahun, Yosafat Bin Yusuf 40 tahun. Sedangkan tiga WNA sisanya atas nama Leo Bin Simon 40 tahun, Ho Jin Kiat 40 tahun dan Bai Jidong 45 tahun.

"Terdapat foto-foto bangunan pos penjagaan militer, patok perbatasan, pelabuhan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di galeri HP mereka, yang dilihat cara pengambilannya dilakukan secara sembunyi-sembunyi," ujar Lettu Mar Victor Aji Hersanto, Rabu (20/7), dilansir pada laman tnial.mil.id.

Kronologi

Kronologi penangkapan berawal dari sebuah mobil Avanza hitam mencurigakan melintasi pos penjagaan. Petugas yang berjaga memberhentikan dan melakukan pemeriksaan dokumen dan barang. Namun penumpang mobil itu tidak membawa barang.

Setelah ditemukan ada orang asing dalam mobil, pengemudi bersama lima penumpang tersebut diminta turun. Setelah itu dilakukan pemeriksaan lebih mendalam, ditemukan foto mencurigakan di handphone salah satu WNA.

"Adapun pengambilan foto-foto secara ilegal ini dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 19 tahun 2016," ungkap Kapten Marinir Andreas Parsaulian Manalu. [tin]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel