Panglima TNI Angkat Bicara Soal Kapal Selam TNI AL yang Hilang di Bali

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kapal selam KRI Nanggala-402 milik Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut dikabarkan hilang kontak di sekitar perairan Bali Utara.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan, saat ini pihaknya telah mengerahkan sejumlah kapal perang lainnya untuk mencari kapal selam KRI Nanggala-402 yang hilang kontak di sekitar 95 kilometer dari arah utara Pulau Bali.

"Kita masih laksanakan pencarian, posisi di Laut Bali, kita terus lakukan pencarian dan kira mengerahkan kapal Spike untuk mencari posisi Nanggala di mana," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kepada awak media, Rabu, 21 April 2021.

Tidak hanya itu, Panglima TNI yang saat ini sudah berada di Bali dan memantau secara langsung proses pencarian menambahkan, pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 itu juga melibatkan sejumlah kapal perang TNI Angkatan Laut lainnya yang memiliki kemampuan pencarian benda di bawah permukaan air.

"Seluruh kapal milik TNI yang memiliki kemampuan mencari benda di bawah permukaan air kami kerahkan," ujarnya.

Kendati demikian, Panglima TNI tidak menjelaskan secara rinci berapa jumlah kapal perang yang dilibatkan dalam pencarian kapal selam buatan Howaldtswerke, Kiel, Jerman Barat tahun 1982 itu.

Untuk diketahui, KRI Nanggala-402 adalah salah satu kekuatan pemukul TNI Angkatan yang diproduksi oleh Howaldtswerke, Kiel, Jerman Barat yang usianya hampir 40 tahun.

Kapal selam ini merupakan type 209/1300, yang banyak digunakan hampir seluruh angkatan laut di seluruh dunia. Nama KRI Nanggala diambil dari nama senjata dalam dunia perwayangan.

Sebagai bagian dari armada pemukul, KRI Nanggala 402 dipersenjatai dengan 14 buah torpedo berkaliber 533 mm sebanyak 8 tabung. Kapal selam ini juga memiliki sonar yang berjenis CSU-3-2 suite. Dan rencananya salah satu kapal selam andalan TNI Angkatan Laut itu besok akan menggelar latihan menembakkan rudal terpedo yang akan disaksikan langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono.

Baca: Gawat, Kapal Selam TNI AL Hilang Kontak di Perairan Bali