Panglima TNI Cek Gudang Obat Gratis Pasien COVID-19 di Kodim Bandung

·Bacaan 4 menit

VIVA – Jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) bergerak cepat setelah mendapatkan instruksi langsung oleh Presiden RI Joko Widodo terkait dengan pembagian obat-obatan dan vitamin secara gratis untuk masyarakat yang tengah melakukan Isolasi Mandiri (Isoman) karena terpapar COVID-19.

Hari ini, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahajanto bertolak ke Bandung, Jawa Barat untuk melakukan pengecekan secara langsung ke Gudang Obat dan Vitamin yang berada di Markas Kodim 0618/Bandung.

Panglima TNI yang datang bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito mengecek persediaan obat-obatan dan vitamin yang bakal didistribusikan oleh prajruit TNI Angkatan Darat dari jajaran Kodim 0618/Bandung untuk warga yang sedang melakukan Isoman karena COVID-19 di wilayah Bandung, Jawa Barat.

Saat melakukan pengecekan, Panglima TNI langsung berdialog dengan Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang bertugas di gudang obat tersebut. Panglima TNI memerintahkan bahwa sebagai kepala gudang yang mengetahui jumlah obat-obatan, agar mencatat keluar dan masuk obat tersebut.

“Obat yang keluar harus berdasarkan permintaan dari Koramil, paket satu, dua dan tiga berapa yang keluar harus tercatat kemudian obatnya disimpan dimana,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kepada Babinsa TNI AD di Kodim 0618/Bandung, Jum'at, 16 Juli 2021.

Menanggapi instruksi Panglima TNI tersebut, Babinsa Kodim 0618/Bandung langsung menjelaskan bahwa persediaan paket obat yang ada di Markas Kodim 0618/Bandung saat ini baru ada 620 paket.

“Rencana dukungan obat sebanyak 3.430 paket, saat ini baru terkumpul 620 paket. Komposisi pada paket tersebut terdiri dari 5 jenis obat, kemudian paket 3 diperuntukkan bagi warga dengan hasil PCR positif dengan keluhan panas dan batuk,” kata Babinsa yang bertugas di gudang tersebut.

Setelah mengecek gudang obat dan vitamin yang diperuntukkan pasien COVID-19, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan, bahwa kedatangannya ke Bandung hari ini, selain memastikan stok persediaan obat juga telah meninjau beberapa lokasi pelaksanaan vaksinasi yang dilakukan di Bandung Raya.

Ada tiga tempat serbuan vaksinasi yang dilakukan di Kota Bandung, diantaranya di GOR Arcamanik. Menurut Panglima, semuanya berjalan dengan baik termasuk antusias masyarakat sangat luar biasa.

Selain itu, Panglima TNI ingin memastikan pembagian obat-obatan dan vitamin secara gratis untuk pasien yang terpapar COVID-19 di Bandung apakah sudah berjalan sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi kemarin atau belum.

“Kami ingin meyakinkan apakah sudah sampai ke tangan masyarakat yang sedang melaksanakan isolasi mandiri ini sesuai dengan paket-paket obat yang diberikan,” ujar Panglima TNI.

“Untuk penyimpanan obat-obatan dan vitamin di gudang Kodim 0618 Bandung ini sudah sesuai standard termasuk pencatatan dan pengawasan obat yang keluar masuk, dan koordinasi antara Puskesmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas ini sudah berjalan baik,” tambah Panglima TNI.

Lebih jauh Panglima TNI menjelaskan, paket dukungan obat dan vitamin gratis bantuan pemerintah untuk tujuh hari bagi warga isoman telah didistribusikan oleh TNI sejak Kamis kemarin, 15 Juli 2021 ke Jawa dan Bali melalui PT. Kimia Farma ke Kesdam-Kesdam, yang kemudian dilanjutkan ke Kodim, Koramil, Babinsa dan Dokter Puskesmas.

Selain itu, lanjutnya, TNI juga akan meneruskan pembagian paket obat dan vitamin bagi warga isoman yang berada di luar Pulau Jawa dengan jumlah yang sama.

Untuk diketahui, paket obat dan vitamin tersebut terbagi menjadi dua bagian, yaitu terdiri dari, paket satu untuk warga dengan PCR positif COVID-19 tanpa gejala atau OTG. Paket dua untuk warga dengan PCR positif COVID-19 disertai keluhan demam dan kehilangan penciuman. Paket obat ini membutuhkan konsultasi dan resep dokter.

Terkait dengan pendistribusian 300 ribu paket obat dan vitamin tersebut dibagi menjadi tiga tahap pengiriman, setiap minggu 100 ribu paket. Dokter Puskesmas yang akan menetapkan pasien untuk mendapatkan paket obat dan vitamin, kemudian Bidan Desa bersama Babinsa akan menyerahkan kepada pasien kurang mampu yang sedang menjalani isoman di rumah masing-masing. Efek samping dari obat tersebut juga di monitoring oleh Bidan Desa bersama Babinsa yang akan dilaporkan secara berjenjang kepada Kakesdam dan Kadinkes Provinsi untuk ditindak lanjuti.

Panglima TNI menambahkan, selain mendistribusikan 300 ribu paket obat dan vitamin gratis, TNI juga telah mengirimkan 54 Tenaga Kesehatan (Nakes) dari Siswa Sekolah Perwira Karier (Sepa PK) menggunakan pesawat Hercules TNI AU ke wilayah Bandung sebanyak 15 personel, Semarang sebanyak 24 personel, dan Solo sebanyak 15 personel. 54 Nakes itu dikerahkan untuk melaksanakan serbuan vaksinasi di tiga wilayah tersebut.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI juga mengingatkan, Puskesmas harus mempunyai database, siapa saja yang sakit, agar Babinsa dan Bhabinkamtibmas memberikan obatnya dengan pendampingan Puskesmas sampai ke tangan masyarakat.

“Laporkan kepada Kepala Puskesmas apabila mereka itu adalah OTG dan akan diberikan obat, demikian juga yang ODG ringan akan diberikan obat dan tidak usah takut, semua akan dilayani dengan baik oleh Puskesmas, didampingi Babinsa dan Babinkamtibmas,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel