Ternyata Panglima TNI Dukung Mayjen Dudung Berantas Baliho Rizieq FPI

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Langkah tegas Panglima Kodam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman dalam menginstruksikan jajarannya untuk membongkar atau menurunkan baliho-baliho bergambar pimpinan Ormas Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di wilayah Jakarta mendapat dukungan penuh dari Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Achmad Riad saat berkunjung ke Markas Kodam Jaya di Cawang, Jakarta Timur, Senin, 23 November 2020.

Mayjen TNI Achmad Riad menambahkan, untuk mencopot baliho-baliho yang dilakukan oleh para prajurit TNI itu tidak memerlukan perintah dari Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto. Hal itu, lanjut Kapuspen, merupakan tanggung jawab dari Kodam Jaya di bawah komando Panglima Kodam Jayakarta, Mayjen TNI Dudung Abdurachman.

"Tentunya Panglima TNI mendukung dalam arti kata Panglima TNI memang tidak perlu mengeluarkan perintah. Karena yang tahu situasi di daerah adalah Pangdam," kata Kapuspen TNI, Mayjen TNI Achmad Riad.

Lebih jauh dia menjelaskan, Pangdam Jaya bertanggung jawab penuh dengan situasi keamanan nasional di wilayah teritorialnya bertugas. Sehingga, Kapuspen TNI meyakini, yang dilakukan oleh Pangdam Jaya dalam menginstruksikan perintah kepada seluruh jajarannya dilakukan dengan atau berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang matang.

"Ketika Pangdam mengambil langkah, ya Panglima akan mendukung Karena Pangdam menilai di wilayahnya harus saya melakukan tindakan seperti ini," ujarnya.

Untuk diketahui, pada hari Jum'at, 20 November lalu, Panglima Kodam Jaya, Mayjen TNI Dudung Abdurachman telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk mentertibkan keberadaan baliho-baliho liar bergambar pimpinan Ormas FPI, Rizieq Shihab di sejumlah wilayah Ibukota Jakarta dengan cara membongkarnya.

Aksi pembongkaran baliho-baliho oleh prajurit TNI itu sempat menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat. Pasalnya, pencopotan baliho-baliho itu dilakukan dengan mengerahkan pasukan dan kendaraan tempur jenis panser milik TNI dengan jumlah yang tidak sedikit.

Dalam pemberitaan VIVA Militer sebelumnya, alasan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman memerintahkan pasukannya membongkar baliho hingga ke sarang markas FPI di Petamburan itu karena para simpatisan FPI telah bertindak seenaknya dan tidak mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta sudah tidak mengindahkan ketegasan Satpol PP yang sudah berupaya menurunkan baliho-baliho liar bergambar Rizieq Shihab tersebut.

Baca juga : Brigjen TNI Agus Subiyanto Resmi Jadi Penjaga Nyawa Jokowi Baru