Panglima TNI Geram, Dansatpom dan Danlanud J.A. Dimara Merauke Dicopot

·Bacaan 3 menit

VIVA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto marah besar atas insiden penganiayaan yang dilakukan oleh dua orang oknum Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau) Lanud J.A. Dimara, Merauke terhadap seorang pemuda asal Merauke, Papua yang terjadi pada hari Senin, 26 Juli 2021 lalu.

Atas insiden memalukan itu, Panglima TNI telah memerintahkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mencopot Komandan Pangkalan Udara (Danlanud) J.A. Dimara Merauke, Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto dan Komandan Satuan Polisi Militer (Dansatpom) Lanud J.A. Dimara.

"Saya sudah memerintahkan KSAU untuk mencopot Komandan Lanud dan Komandan Satuan Polisi Militer nya," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kepada awak media, Rabu, 28 Juli 2021.

"Saya minta malam ini langsung serah terimakan (jabatan). Saya minta malam ini sudah ada keputusan itu," tambahnya dengan geram.

Panglima TNI menjelaskan, dirinya sangat marah dengan kelakuan dua oknum Pomau yang menginjak kepala seorang pemuda asal Merauke tersebut. Dia menegaskan, pencopotan Danlanud dan Dansatpom Lanud J.A. Dimara dilakukan karena mereka tidak mampu membina dengan baik anggota di satuan kerjanya itu.

"Karena mereka tidak bisa membina anggotanya. Kenapa tidak peka. Memberlakukan disabilitas seperti itu. Itu yang membuat saya marah," ujar Panglima TNI.

Sebagaimana diketahui, insiden penganiayaan terhadap seorang pemuda yang diduga mabuk itu terjadi pada hari Senin siang, 26 Juli 2021 lalu di sebuah warung Bubur Ayam yang berada di Jalan Raya Mandala-Muli, Merauke.

Pemuda tersebut diduga melakukan pemerasan kepada penjual bubur ayam dan juga kepada pemilik rumah makan padang dan sejumlah pelanggannya.

Pada saat bersamaan, dua orang anggota Pomau Lanud J.A. Dimara, Merauke yang hendak makan siang di sebuah rumah makan Padang yang terletak tak jauh dari lokasi kejadian melihat keributan tersebut.

Dua anggota TNI Angkatan Udara itu kemudian menghampiri seorang pemuda yang sudah terlibat cekcok dengan pemilik warung Bubur Ayam, dengan membuka bajunya hingga telanjang dada, serta ngotot menantang duel penjual Bubur Ayam tersebut.

Melihat telah terjadi keributan, dua anggota Pomau Lanud J.A. Dimara itu segera menghampiri pemuda mabuk yang sudah bertelanjang dada tersebut.

Dua orang prajurit TNI Angkatan Udara yang berusaha melerai keributan tersebut sempat melontarkan pertanyaan kepada pemuda mabuk tersebut.

"Hei, hei, ada apa ini?" Tanya salah satu Anggota Pomau Lanud J.A. Dimari dilansir VIVA Militer dari video amatir warga, Selasa, 27 Juli 2021.

Pertanyaan Anggota TNI Angkatan Udara itu pun tidak direspon oleh pemuda mabuk tersebut. Justru pria yang sudah terpengaruh minuman alkohol itu terlihat sangat emosi dan ingin melampiaskan emosinya kepada penjual Bubur Ayam.

Melihat sikap pemuda Papua yang sangat emosional itu, kedua anggota Pomau Lanud J.A. Dimara kemudian langsung mendekati tubuhnya ke arah pemuda mabuk tersebut.

"Oh kamu mabuk yaa," ucap Anggota Pomau itu sambil mengunci tangan kanan pemuda mabuk itu dengan tangan kanannya dengan teknik fitting.

Kemudian pemuda itu langsung ditarik ke luar warung dan dikunci dengan kedua tangan prajurit TNI AU itu hingga tertelungkup tak berdaya di pinggir jalan raya. Sementara, satu orang anggota Pomau Lanud J.A. Dimari lainnya memegang tangan kiri pemuda mabuk itu sambil menginjak atau mengarahkan kaki kanannya ke kepala pemuda yang berusaha berontak tersebut.

Menyikapi insiden tersebut, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo pun langsung angkat bicara terkait penganiayaan yang dilakukan oleh dua oknum anggota TNI Angkatan Udara tersebut.

Orang nomor satu di Matra Angkatan Udara itu menyesalkan terjadinya penganiayaan terhadap warga Merauke yang melibatkan dua oknum prajurit TNI Angkatan Udara itu.

"Saya selaku Kepala Staf Angkatan Udara ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada saudara-saudara kita di Papua, khususnya di Kota Merauke, terkhusus lagi kepada korban dan keluarganya. Hal ini terjadi memang semata-mata karena kesalahan dari anggota kami, dan tidak ada niatan apapun juga, apalagi berupa perintah dari kedinasan," kata KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Kasau juga berjanji akan melakukan evaluasi kepada seluruh anggotanya, termasuk mengambil tindakan tegas kepada siapa pun oknum prajurit TNI Angkatan Udara yang melakukan pelanggaran, termasuk terhadap dua oknum TNI Angkatan Udara pelaku penganiayaan di Merauke.

"Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya. Mohon dibukakan pintu permohonan maaf," ucap Kasau.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel