Panglima TNI Kerahkan 27 Ribu Prajurit untuk Tracer COVID-19

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hari ini memimpil Apel Gelar Kesiapan Tenaga Vaksinator dan Tracer COVID-19 di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Apel pasukan yang diikuti oleh 500 Babinsa, 30 Babinpotmar, 30 Babinpotdirga dan 25 Vaksinator TNI serta 475 Tenaga Kesehatan dan prajurit TNI yang akan bertugas sebagai Tracer COVID-19 itu dihadiri juga oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin.

Panglima TNI menyatakan, apel ini menjadi bukti komitmen TNI untuk mendukung program pemerintah dalam pelaksanaan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro di Jawa-Bali.

“Untuk itu, TNI akan mengerahkan 27.866 Babinsa, 1.768 Babinpotmar, dan 102 Babinpotdirga di 7 provinsi di Jawa-Bali melaksanakan PPKM Skala Mikro,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Mabes TNI, Jakarta Timur, Selasa, 9 Februari 2021.

Panglima menambahkan, sebelum bertugas para Babinsa, Babinpotmar dan Babinpotdirga akan diberi pelatihan menjadi Tracer COVID-19 terlebih dahulu. Sehingga, lanjut Panglima, selain bertugas sebagai penegak disiplin protokol kesehatan, para prajurit TNI itu akan membantu pemerintah untuk melaksanakan Tracing COVID-19 di tengah masyarakat.

“Selain itu, TNI juga telah menyiapkan tenaga kesehatan TNI sebagai vaksinator untuk mendukung program vaksinasi nasional yang telah dicanangkan Bapak Presiden RI Joko Widodo,” ujarnya.

Lebih jauh Panglima TNI mengungkapkan, saat ini TNI telah memiliki 1.008 vaksinator terverifikasi dan akan meningkatkan jumlah tersebut dengan melatih 10.000 vaksinator baru.

“TNI juga telah menyiapkan perangkat rantai dingin berupa coolbox yang telah didistribusikan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL) TNI, di tujuh provinsi yang menjadi titik berat PPKM Skala Mikro dan vaksinasi,” katanya.

Dengan demikian Panglima TNI mengharapkan, dengan kesiapan Sumber Daya Manusia dan fasilitas kesehatan tersebut, TNI dapat mendukung program yang dicanangkan oleh Bapak Presiden RI Joko Widodo untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia yang kian mengkhawatirkan.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menjelaskan, peran Babinsa dalam hal ini sangat penting. Sebab Babinsa merupakan ujung tombak TNI di tengah masyarakat yang dapat menjadi agen pencegahan, pendeteksian, dan penanggulangan terhadap COVID-19 hingga di tingkat desa.

Sehingga, 475 personel TNI yang hari ini dilatih akan menjadi pelatih bagi 27 ribu lebih Babinsa lainnya yang ada di Pulau Jawa dan Bali yang akan menerapkan PPKM Skala Mikro.

“Setelah program TOT Tenaga Tracer ini selesai, TNI akan segera melaksanakan pelatihan TOT bagi 10.000 Vaksinator yang akan disebar di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan vaksinator COVID-19,” katanya.

Panglima TNI berharap hal tersebut dapat mempercepat penyelesaian pelaksanaan vaksinasi tahap kedua. “Semoga upaya ini menjadi bagian dari kontribusi nyata bersama seluruh komponen bangsa baik TNI, Polri, Kementerian dan Lembaga, Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan Organisasi Kemasyarakatan, serta masyarakat luas dalam mengatasi pandemi COVID-19 di Indonesia,” tutupnya.

Baca juga: Kapal Selam Prancis Muncul di Selat Sunda TNI AL Gelar Latihan Bersama