Panglima TNI Ketemu Khofifah Cek Pelaksanaan PPKM Skala Mikro di Jatim

Rifki Arsilan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hari ini bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk mengecek secara langsung pelaksanaan PPKM Skala Mikro di Jawa Timur berjalan.

Dalam kunjungan kali ini, Panglima TNI yang didampingi Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Imran Baidirus bersama Khofifah berkesempatan mengunjungi daerah padat penduduk di Kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rangkut, Surabaya.

Panglima TNI menyatakan, kedatangannya ke Surabaya kali ini sekaligus ingin memastikan implementasi tenaga tracer Covid-19 yang beberapa hari lalu telah dilaunching di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur dapat berjalan.

Menurut Panglima, di kampung tangguh yang padat penduduknya berbasis RT/RW seperti di daerah Kedung Baruk ini, kondisinya sudah menjadi wilayah hijau sehingga fungsi dari tenaga tracer Babinsa dan Bhabinkamtibmas termasuk unsur dari desa tetap melaksanakan tugas, yaitu bertugas sebagai pengawas protokol kesehatan.

“Mudah-mudahan pada posisi hijau ini bisa dipertahankan, tetap melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat, sesuai laporan dari Ibu Gubernur bahwa di Jawa Timur masih ada 210 RT yang masuk zona merah dan saya sudah perintahkan Pangdam V/Brawijaya untuk berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Timur untuk terus memborbardir 210 RT tersebut, melakukan pelacakan dan isolasi serta diperketat pelaksanaan PPKM,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kamis, 11 Februari 2021.

Lebih jauh lagi Panglima TNI menambahkan, para petugas Babinsa dan Babinkamtibmas yang dilibatkan untuk menjadi Tenaga Tracer dan Vaksinasi COVID-19 memiliki peranan penting dalam melakukan pelacakan dan pengawasan penerapan isolasi mandiri bagi warga masyarakat yang sudah teridentifikasi positif COVID-19.

Dengan demikian, pemerintah daerah dapat terus memperketat pelaksanaan pembatasan sosial dan tentunya dari Pemerintah Daerah mengeluarkan peraturan.

“Saya yakin dari 210 RT tersebut dengan sistem kampung tangguh yang berbasis RT dan RW ini bisa masuk menjadi wilayah hijau,” ujarnya.

Selain Pangkogabwilhan II, turut hadir mendampingi Panglima TNI sejumlah perwira tinggi TNI dan Polri, diantaranya, Asops Panglima TNI Mayjen TNI Tiopan Aritonang, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, Kapuspen TNI Mayjen TNI Achmad Riad, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kababek TNI Kolonel Tek Sugeng Wiwoho, dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Nico Afinta.

Baca juga: Pesawat TNI AU Tertembak, Yonko 462 Paskhas Diterjunkan Evakuasi Pilot