Panglima TNI: Lacak Kontak Erat Penderita COVID-19 di Bangkalan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito kembali melakukan kunjungan kerja pemantauan COVID-19 di Jawa Timur.

Setibanya di Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto beserta rombongan langsung menggelar rapat penanganan COVID-19 di Jawa Timur dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan sejumlah pejabat TNI dan Polri yang bertugas di Jatim.

Dalam rapat tersebut, Panglima TNI mensoroti lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di Bangkalan, Madura. Karena Bangkalan saat ini merupakan zona merah. Di Kabupaten Bangkalan, sendiri hingga saat ini terdapat 735 kasus positif COVID-19.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto juga menegaskan, TNI dan Polri akan menambah pasukan untuk melaksanakan PPKM Mikro di beberapa titik Posko disekitar Jawa Timur, guna mencegah makin meningkatnya kasus baru.

"Pasukan TNI dari Marinir, Yonif Mekanis 516/CY dan Yonarh 8/MBC serta Pasukan Brimob dari Polda Jatim akan memperkuat pelaksanaan PPKM Mikro serta bertugas di titik penyekatan sisi Jembatan Suramadu dan dari arah Sampang, Pamekasan, Sumenep. Warga yang akan melintas harus melaksanakan swab antigen, juga terhadap penumpang di Pelabuhan Kamal dan Tanjung Perak," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam keterangan resminya, Jum'at, 18 Juni 2021.

Panglima TNI menambahkan, setiap petugas yang bertugas di PPKM Skala Mikro harus mengetahui tugasnya secara detail dengan memberi pemahaman yang baik kepada masyarakat.

"Sehingga setiap petugas dapat melaksanakan tugasnya dengan optimal, baik untuk menegakkan disiplin protokol kesehatan, penyekatan, testing, tracing, pengawasan isolasi mandiri, pemantauan dan distribusi logistik,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI juga menekankan kepada para petugas untuk terus melaksanakan pemantauan kasus aktif, angka kematian, angka kesembuhan, BOR (Bed Occupancy Rate) ICU, dan BOR isolasi, dan segera melaporkan data tersebut secara obyektif agar menjadi bahan evaluasi yang obyektif.

“Data yang obyektif tentu akan memungkinkan untuk mengambil langkah antisipasi dengan segera untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus kembali,” katanya.

Selain itu, Panglima TNI juga menekankan agar Treatment dapat berjalan dengan baik, yaitu memastikan ketersediaan tempat tidur rumah sakit, tenaga kesehatan, alat kesehatan yang dibutuhkan, obat-obatan, serta tempat dan pelaksanaan isolasi mandiri.

"Tentunya hal tersebut harus selalu dievaluasi guna mengambil langkah perbaikan yang dibutuhkan. Harus dipahami oleh setiap petugas, bahwa Tugas Posko PPKM Mikro diantaranya pelacakan kontak erat, pengawasan ketat isolasi mandiri, menutup tempat umum, melarang kerumunan, membatasi keluar masuk RT/RW serta pencatatan data,” kata Panglima TNI.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel