Panglima TNI: Masyarakat yang Sudah Divaksin Adalah Pahlawan Kesehatan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto hari ini kembali melakukan kunjungan ke Surabaya, Jawa Timur. Kedatangan Panglima TNI bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Ganip Warsito kali ini untuk meninjau sentra vaksinasi di Mal Grand City, Surabaya, Jawa Timur.

Di hadapan masyarakat penerima vaksin, Panglima TNI menyatakan, bahwa masyarakat yang telah menerima suntikan vaksin sesungguhnya adalah pahlawan untuk dirinya sendiri. Sebab, dengan divaksin berarti masyarakat telah ikut serta memutus penularan virus COVID-19.

"Dengan melaksanakan vaksinasi berarti Bapak-bapak dan Ibu-ibu sudah menjadi pahlawan kesehatan karena siap untuk melindungi saudara-saudara kita dan di sekitar kita, agar tidak terpapar dengan adanya COVID-19," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam keterangan resminya, Jum'at, 9 Juli 2021.

Lebih jauh lagi Panglima TNI menjelaskan, bahwa pelaksanaan vaksinasi ada dua strategi. Pertama adalah strategi yang dilaksanakan secara reguler di tempat-tempat seperti, Puskesmas di wilayah Korem, di Polres yang setiap hari melayani masyarakat Surabaya. Kemudian, strategi kedua adalah serbuan vaksinasi yang dilaksanakan secara kolektif bersama-sama seperti yang dilaksanakan pagi hari ini dengan jumlah yang besar.

“Dengan dua strategi tersebut kita harapkan bahwa target 300 atau 200 ribu sehari bisa tercapai, sehingga harapan kita semua untuk Jawa Timur khususnya dan juga wilayah Surabaya Raya, pertengahan Agustus sudah tercapai herd immunity sesuai harapan kita semua,” ujarnya.

“Namun sekali lagi saudara-saudara tetap harus menggunakan masker karena dengan menggunakan masker, 95 persen kita akan terhindar dari terpaparnya COVID-19,” tambah Panglima TNI.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI juga mengingatkan kepada masyarakat supaya tidak terjadi penumpukan bagi masyarakat yang akan divaksin agar masyarakat mendatangi rumah sakit tingkat Korem, Polres atau instansi TNI lainnya yang menyelenggrakan vaksinasi.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat yang sudah divaksin agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Karena vaksin bukan berarti kita kebal, tapi kita siap untuk menghadapi apabila kita terpapar COVID-19,” katanya.

“Terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur atas pelaksanaan vaksinasi pagi hari ini yang diikuti kurang lebih 5.000 penerima vaksin. Sekali lagi saya mengucapkan terima kasih kepada saudara-saudara semua masyarakat Surabaya untuk melaksanakan vaksin dan datang ke tempat ini,” tambah Panglima TNI.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel