Panglima TNI Mengaku Sudah Disuntik Vaksin Nusantara, Jokowi: Enggak Ngajak-Ngajak Kita

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah pejabat negara mengaku telah mendapat vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Sementara itu, Jokowi mengaku belum mendapat vaksin booster.

Hal ini diketahui saat Jokowi meninjau pelaksanaan vaksinasi massal di Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim), Selasa (24/8/2021). Disela-sela peninjauan, Jokowi berbincang dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur Kaltim Isran Noor, dan Wali Kota Samarinda Andi Harun.

Awalnya, para pejabat tersebut membicarakan soal vaksin Nusantara yang dikembangkan oleh mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto.

Kemudian, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan bahwa dirinya telah menerima dua dosis vaksin dan berencana mendapat vaksin Nusantara.

"Sudah 2 kali (divaksin) plus booster vaksin Nusantara," ucap Andi Harun sebagaimana video yang sempat disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa.

"Oh pantes segar bener Pak Walikota, mendahului kita ini Pak Walikota," Jokowi menanggapi sambil tertawa.

Dia baru mengetahui ternyata Panglima TNI juga sudah mendapatkan vaksin Nusantara. Sedangkan, Jokowi baru menerima dua dosis vaksin Sinovac yang disuntikan pada Januari 2021 lalu.

"Panglima juga udah Nusantara?" tanya Jokowi.

"Siap, sudah," jawab Panglima TNI.

"Enggak ngajak-ngajak kita ya," kata Jokowi.

Jokowi Tunggu Vaksin Booster Pfizer

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjalani penapisan kesehatan saat mengikuti vaksinasi COVID-19 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/1/2021). Suntikkan pertama untuk mengenalkan vaksin dan kandungan di dalamnya kepada sistem kekebalan tubuh. (Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjalani penapisan kesehatan saat mengikuti vaksinasi COVID-19 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/1/2021). Suntikkan pertama untuk mengenalkan vaksin dan kandungan di dalamnya kepada sistem kekebalan tubuh. (Lukas/Biro Pers Sekretariat Presiden)

Setelah itu, para pejabat terdengar beralih ke pembahasan vaksin booster. Mulanya, Gubernur Kaltim Isran Noor bertanya ke Panglima soal jenis vaksin yang digunakan untuk dosis ketiga.

"Booster-nya pakai apa, Pak Panglima?" tanya Isran Noor.

Hanya saja, tak terdengar secara jelas jenis vaksin booster yang digunakan Panglima TNI. Isran Noor mengatakan dirinya sudah mendapatkan vaksin booster.

"Saya juga udah booster tapi Moderna," kata Isran Noor.

Prabowo Subianto lalu bertanya kepada Jokowi apakah juga sudah mendapat vaksin booster. Jokowi mengatakan dirinya menunggu vaksin Pfizer buatan Amerika Serikat.

"Sudah booster semua, Pak. Presiden belum, Pak?" tanya Prabowo.

"Enggak, saya nunggu, nunggu Pfizer," jawab Jokowi.

Vaksin Booster hanya Untuk Nakes

Sebelumnya, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan vaksinasi booster hanya untuk tenaga kesehatan (nakes). Bagi masyarakat umum, vaksinasi COVID-19 lengkap sampai penyuntikan dosis kedua.

"Tolong juga kepada Bapak/Ibu, sekali lagi vaksin ada, untuk vaksinasi booster, hanya diberikan kepada tenaga kesehatan karena merekalah yang membantu kita," ucap Budi Gunadi usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin 2 Agustus 2021.

"Saya tahu, banyak yang ingin mendapatkan booster. Tolong, berikan itu kepada tenaga kesehatan yang harus berjuang mati dan hidup dalam peperangan pandemi COVID-19," sambungnya.

Kemenkesmemastikan vaksinasi booster tenaga kesehatan menggunakan vaksin Moderna yang diberikan kepada seluruh tenaga kesehatan. Vaksin Moderna pun sudah didistribusikan ke seluruh provinsi.

"Saya mohon sekali agar itu (vaksin Moderna) segera disuntikan ke semua tenaga kesehatan kita agar mereka lebih siap menghadapi kalau ada pasien-pasien yang masuk," tutur Budi Gunadi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel