Panglima TNI Pastikan Tim Advance dari Amerika, China dan Arab Saudi Tiba di Bali

Merdeka.com - Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memastikan tim advance dari Amerika Serikat, China dan Arab Saudi sudah tiba di Bali. Mereka membawa perlengkapan untuk kesiapan kedatangan para kepala negara di puncak KTT G20.

"Kalau pesawat kepala negara belum ada, tetapi pesawat yang membawa misalnya advance tim, membawa perlengkapan sudah ada, tapi mereka tidak stay mereka mendarat, unloading (bongkar muat) kemudian mereka take off lagi," kata Andika di Bali, Jumat (11/11).

Sementara, adanya pesawat jumbo milik Angkatan Udara Amerika Serikat (US Air Force) jenis Boeing C-17 Globemaster III masih terparkir di Base Ops Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Ngurah Rai, Bali. Pesawat tersebut sudah diperbaiki setelah mengalami kendala.

"Kalau itu biasa, tadi pesawat C-17 yang hadir jadi membawa sparepart yang diperlukan untuk memperbaiki pesawat yang (pertama C-17). Jadi sudah tiba tadi, sudah mendarat," ujarnya.

Sementara itu, personel gabungan TNI dan Polri juga telah menggelar geladi utuh pasukan pengamanan VVIP di seluruh lokasi kegiatan KTT G20. Pelaksanaan geladi ini dimulai dari Hotel Apurva Kempinski, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, dalam geladi ini terdapat 42 rangkaian kegiatan yang disimulasikan pengawalan dan penyambutan para kepala negara, mulai dari tiba di lokasi hingga berpindah lokasi.

"Hari ini dilaksanakan geladi secara utuh oleh pasukan pengamanan VVIP di seluruh lokasi kegiatan KTT G20," kata Dedi dalam keterangan tertulisnya.

Dedi menuturkan, untuk pagi hingga siang hari, geladi dilakukan di Hotel Apurva Kempinski Bali. Lalu nanti dilanjutkan di Hutan Raya Mangrove Ngurah Rai dan selanjutnya di Garuda Wisnu Kencana atau GWK.

"Dalam geladi ini Menko Marvest Pak Luhut Binsar Pandjaitan meninjau langsung," ujarnya.

Dalam pelaksanaan KTT G20 di Bali, Dedi menuturkan Indonesia telah menyiapkan kendaraan listrik untuk mobilitas para peserta delegasi dan kepala negara. Ada sebanyak 962 mobil listrik, 454 motor listrik dan 41 bus listrik.

"Karena nantinya pada perhelatan puncak KTT G20 tanggal 15-16 November, di kawasan Nusa Dua Bali hanya kendaraan listrik saja yang diperbolehkan untuk beroperasi," katanya.

Untuk itu, bagi para peserta dan juga media akan disediakan shuttle bus yang akan mengantar ke venue-venue kegiatan G20 di Nusa Dua Bali. [cob]