Panglima TNI: Pelaksanaan PON di Papua Harus Tetap Patuhi Prokes

·Bacaan 2 menit

VIVA – Panglima TNI Marsekal Hadi dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo hari ini memimpin rapat bersama Forkopimda Provinsi Papua, Kota dan Kabupaten Jayapura. Rapat yang dipimpin Panglima TNI itu membahas beberapa persoalan yang ada di Papua, termasuk persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2021 mendatang.

Dalam rapat tersebut, orang nomor satu di lingkungan TNI menegaskan bahwa TNI dan Polri siap mendukung penuh pelaksanaan PON ke-XX yang akan diselenggarakan di Papua.

“Guna mendukung kesuksesan PON XX, seluruh elemen di Papua harus memiliki kesadaran yang tinggi terkait disiplin Protokol Kesehatan (Prokes) yang menjadi upaya pencegahan terbaik dan sudah harus menjadi kebutuhan serta bagian dari kehidupan sehari-hari,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam keterangan resminya, Kamis, 26 Agustus 2021.

Panglima TNI menambahkan, untuk menyambut dan mendukung pelaksanaan PON ke-XX mendatang, masyarakat harus juga sehat dan terhindar dari COVID-19.

Panglima TNI juga meminta kepada seluruh unsur Forkopimda Papua agar dapat memastikan vaksinasi di wilayahnya masing-masing. Hal itu dilakukan agar masyarakat dapat menikmati pertandingan dan cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan dalam kondisi sehat dan sudah tervaksin.

Lebih jauh Panglima TNI memaparkan, menurut data Kementerian Kesehatan RI, indikator Provinsi Papua saat ini sudah membaik, terutama dengan angka kematian yang rendah. Namun positivity rate masih tinggi yaitu diangka 12,90 persen.

Sedangkan Kota Jayapura, kata Panglima, masih tercatat tinggi di perawatan dan positivity rate, tetapi BOR tidak tinggi dan angka kematian rendah.

Marsekal TNI Hadi juga menjelaskan, perawatan yang baik mampu menekan angka kematian, tetapi penularan masih cukup tinggi di tengah masyarakat. Demikian pula dengan Kabupaten Jayapura.

“Tracing kontak erat perlu diperbaiki agar penularan berkurang, dan positivity rate menurun. Dengan tracing yang sesuai standar, dapat mempercepat penanganan pasien yang terkonfirmasi positif,” ujarnya.

Terkait dengan pemerataan vaksinasi, Panglima TNI menyampaikan bahwa Pemda bersama instansi terkait seperti TNI-Polri, BNPB, Kemenkes harus meningkatkan sinergi, komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dalam manajemen vaksinasi.

“Ada 2 strategi vaksinasi saat ini, terpusat dan jemput bola. Kita akan ke wilayah-wilayah. Contoh dari Lanud kemarin menggunakan perahu kecil untuk mendatangi warga di pinggiran Danau Sentani untuk diberikan vaksinasi. Ini contoh yang bagus,” kata Panglima.

Usai memimpin rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda, Panglima TNI bersama Kapolri kemudian meninjau penggunaan Aplikasi Silacak yang diawaki oleh 4 Pilar yang bertugas melakukan tracing dilapangan.

Saat mengecek para petugas 4 Pilar, Panglima TNI menyampaikan bahwa setiap petugas harus aktif untuk bergerak dan mengupdate info setiap kasus disertai dinamika yang ada.

“Kita harus total, untuk melaksanakan tracing kontak erat dan menjaga masyarakat dari COVID-19. Perkuat pendampingan bagi saudara-saudara dan pantau perkembangan kesehatannya,” ujar Panglima TNI.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel