Panglima TNI:Penanganan COVID dan Persiapan PON di Papua Harus Sejalan

·Bacaan 3 menit

VIVA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali kembali melanjutkan kunjungan kerja bersamanya ke sejumlah wilayah di Papua.

Kunjungan Panglima TNI dan rombongan itu dilakukan untuk memastikan penanganan COVID-19 di Papua dan persiapan pelaksanaan PON XX bulan Oktober mendatang dapat berjalan seiring sejalan.

Panglima TNI pun menggelar rapat koordinasi dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sejumlah wilayah secara berantai.

Pada hari Sabtu, 28 Agustus 2021 kemarin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama rombongan mengawali kunjungannya di Mimika, Papua. Di sana, Panglima TNI bertemu dengan unsur Forkopimda Kabupaten Mimika di Hotel Rimba Papua.

"Keberhasilan dalam penanganan COVID-19 dan penyelenggaraan PON XX Tahun 2021 di Papua akan menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Papua," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam keterangan resminya.

Panglima menambahkan, Kabupaten Mimika akan menjadi salah satu tempat penyelenggaraan PON XX dengan beberapa cabang Olahraga, tentunya hal tersebut harus dipersiapkan dengan matang, baik dari tempat, pendukung dan penonton di lapangan.

Panglima TNI mengapresiasi penanganan COVID-19 yang selama ini dilakukan oleh Forkopimda Mimika dengan seluruh elemen masyarakat Papua umumnya. Sejauh ini, menurut Panglima, jumlah kasus positif COVID-19 dan angka kematian pasien di Mimika mengalami penurunan.

"Saya mengucapkan banyak terima kasih, saat ini kasus konfirmasi positif COVID-19 dan angka kematian pasien sudah turun, namun tetap tidak boleh lengah," ujarnya.

Lebih jauh Panglima TNI menegaskan, sosialisasi disiplin protokol kesehatan dan serbuan vaksinasi harus tetap dijalankan dengan cara-cara humanis dan melalui pendekatan kearifan lokal dengan mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, serta tokoh adat untuk menyampaikan kepada masyarakat.

Menurut Panglima, saat ini disiplin protokol kesehatan telah sepatutnya, menjadi sebuah kebutuhan penting karena hal tersebut adalah upaya pencegahan terbaik. Dari data indikator di Kabupaten Mimika kasus konfirmasi masih cukup tinggi, yaitu positivity rate 16,7 persen. Oleh karena itu, lanjut Panglima TNI, pelacakan kontak erat masih perlu ditingkatkan agar tracing terhadap pasien konfirmasi COVID-19 dapat mencapai target maksimal.

"Menyukseskan PON XX, berarti kita juga harus menyiapkan kesehatan masyarakat Kabupaten Mimika. Tentunya masyarakat Mimika menantikan untuk menyaksikan secara langsung pertandingan yang digelar. Selain itu adanya pertandingan, tentunya juga menggerakan roda perekonomian," kata Panglima TNI.

Usai dari Mimika, Panglima TNI kemudian melanjutkan kunjungannya ke Sorong, Papua Barat. Di Sorong orang nomor satu di lingkungan TNI itu menyempatkan diri meninjau serbuan vaksinasi yang menargetkan 3000 dosis vaksin untuk masyarakat umum, mahasiswa, remaja dan lansia di Kota Sorong. Dalam serbuan tersebut, tenaga vaksinator yang dikerahkan berasal dari TNI Angkatan Darat sebanyak 20 orang, TNI Angkatan Laut 20 orang, Polri 20 orang dan Nakes 20 orang.

Setelah meninjau serbuan vaksinasi, Panglima TNI dan rombongan kemudian menggelar diskusi dan komunikasi bersama Forkopimda Papua Barat yang dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

"Sinergi di Papua Barat ini sangatlah kuat, TNI-Polri dan Pemerintah Daerah selalu bersama untuk menangani pandemi COVID-19 di Tanah Papua Barat. Terima kasih Bapak Panglima TNI dan Kapolri untuk perhatiannya kepada Papua Barat," kata Gubernur Papua Barat ketika menyampaikan pemaparan di depan Panglima TNI dan rombongan.

Panglima TNI Marsekal Hadi pun langsung menyambut baik hal yang disampaikan oleh Gubernur Papua Barat tersebut.

"Saya merasa senang dan bangga ketika mendengar paparan dari Gubernur dan Walikota Sorong terkait situasi yang kondusif, karena hubungan kerjasama dan sinergi berjalan dengan baik, ini suatu kekuatan dalam menjaga Papua Barat," ucap Panglima TNI.

Panglima TNI mengatakan sesuai arahan Presiden Jokowi, sekarang kita harus fokus untuk menurunkan Indeks Mobilitas, memperkuat tracing kontak erat dan mempersiapkan tempat isoter bagi para pasien terkonfirmasi positif.

"Penggunaan masker atau disiplin protokol kesehatan harus terus ditingkatkan di Papua Barat, karena ini upaya pencegahan terbaik, tentunya sudah harus menjadi kebutuhan dan bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Papua Barat," kata Panglima TNI.

Beberapa wilayah di Papua Barat, masih ada beberapa yang belum melaksanakan tracing kontak erat yang baik, oleh karena itu Panglima TNI memerintahkan TNI-Polri untuk memberikan perhatian lebih dan kerja keras untuk melakukan testing dan tracing.

"Terima kasih atas kerjasamanya, saat ini kita harus kerja habis-habisan untuk memutus mata rantai COVID-19. Ingat virus tidak pernah libur, oleh karena itu kita juga tidak boleh libur untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat," ujar Panglima TNI.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel