Panglima TNI Perintahkan Jajarannya Antisipasi Potensi Lonjakan Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memerintahkan seluruh jajarannya untuk selalu mewaspadai potensi lonjakan kasus Covid-19.

Ini akibat meningkatnya mobilitas masyarakat, pelaksanaan pembelajaran tatap muka, serta libur Natal dan Tahun Baru, dan juga sesuai arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Hal ini disampaikannya saat memimpin pelaksanaan rapat internal secara daring terkait penanganan pandemi bersama para Kepala Staf Angkatan, Pejabat Utama Mabes TNI dan Mabes Angkatan, para Pangkotama, serta Komandan Satuan, Selasa (26/10/2021).

Karena itu, Hadi meminta seluruh jajaran TNI untuk terus mengawal kedisiplinan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan demi mencegah Covid-19.

"Disiplin protokol kesehatan merupakan senjata utama dalam penanganan pandemi. Terbukti pada negara-negara maju yang lengah dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat, terjadi lonjakan kasus gelombang ketiga dan keempat," kata dia dalam keterangan tertulis.

Hadi menuturkan, vaksinasi Covid-19 juga menjadi fokus, khususnya di wilayah aglomerasi serta daerah tujuan mudik ataupun wisata, wilayah yang akan menjadi tuan rumah even-even besar dan Provinsi yang capaian vaksinasinya masih kurang.

"Waktu yang ada kurang dari dua bulan sebelum Natal dan Tahun Baru (Nataru) harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mengoptimalkan vaksinasi tersebut," jelas dia.

Demikian pula vaksinasi kepada para pelajar dan lansia karena capaian vaksinasi kepada pelajar dan kepada lansia belum mencapai target yang diharapkan.

"Untuk itu, seluruh jajaran TNI diperintahkan untuk berkomunikasi, berkoordinasi dan berkolaborasi dengan selurah pihak terkait di daerah untuk menyiapkan perencanaan dan antisipasi yang baik menghadapi natal dan tahun baru," kata Hadi.

Dia juga meminta untuk mengoptimalkan upaya-upaya yang ada agar Indonesia tidak mengalami gelombang ketiga Covid-19.

"Kalaupun Indonesia tidak dapat menghindari gelombang ketiga tersebut, setidaknya bukan merupakan gelombang tsunami yang dapat menyebabkan lonjakan angka kematian dan tingkat keparahan pasien seperti yang lalu," kata Hadi.

Perintah Jokowi

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar kepala daerah mengingatkan para warga agar tak berpergian kemana-mana selama periode libut Natal dan Tahun Baru (Nataru). Berdasarkan pengalaman, libur Natal dan tahun baru sebelumnya menyebabkan peningkatan penyebaran Covid-19.

"Semua provinsi, semua kabupaten dan kota harus mengingatkan warganya agar Natal dan tahun baru ini lebih baik tidak bepergian ke mana-mana," jelas Jokowi saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Indonesia secara virtual di Istana Merdeka Jakarta, dikutip dari siaran pers, Selasa (26/10/2021).

Dia menyampaikan bahwa dari hasil survei, setidaknya ada 19,9 juta masyarakat yang berniat mudik pada momen libur Natal dan tahun baru. Untuk itu, Jokowi meminta kepala daerah mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat.

Selain itu, dia memerintahkan para kepala daerah untuk mengelola dan mengatur libur Nataru dengan baik karena berpotensi menimbulkan peningkatan kerumunan dan mobilitas masyarakat seperti mudik. Jokowi menekankan tak ingin ada kerumunan saat libur Nataru.

"Saya minta betul-betul agar dikelola, diatur, sehingga Natal dan tahun baru ini berjalan dengan tidak ada kerumunan," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel