Panglima TNI Perintahkan Peningkatan Pengamanan Objek Vital Usai Penyerangan Mabes Polri

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memberikan perintah kepada seluruh jajarannya agar bekerjasama dengan Polri meningkatan pengamanan dan deteksi dini terhadap objek-objek vital nasional.

Hal itu telah dibenarkan oleh Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Achmad Riad, kalau arahan itu baru diberikan oleh Panglima TNI dengan cara melakukan patroli bersama dan dirikan posko komando taktis (poskotis). "Betul Saya baru terima arahan tersebut," kata Riad ketika dikonfirmasi merdeka.com pada Kamis (1/4/2021).

Riad membenarkan kalau objek vital yang turut ditingkatkan pengamanan, diantaranya tempat ibadah seperti gereja, pusat-pusat pemerintahan, termasuk lokasi yang berpotensi munculkan keramaian masyarakat.

Lebih lanjut, Riad menyampaikan, untuk penjelasan secara teknis terkait proses pengamanan, deteksi dini, termasuk pelaksanaan poskotis nanti, akan disampaikan melalui rilis resmi dari TNI.

"Nanti, rilisnya akan disampaikan," singkatnya.

Sebelumnya perintah peningkatan pengamanan itu, telah disampaikan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang meminta kepad Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Saya juga telah memerintahkan kepada Kapolri, Panglima TNI, dan Kepala BIN untuk meningkatkan kewaspadaan. Saya tegaskan sekali lagi, tidak ada tempat bagi terorisme di tanah air," jelas Jokowi melalui Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (1/4/2021).

Hal ini disampaikan Jokowi menyusul terjadinya aksi teror di Mabes Polri Jakarta, Rabu 31 Maret 2021, kemarin. Dia pun meminta masyarakat untuk tetap tenang dan waspada usai aksi teror yang terjadi di tanah air.

"Saya minta kepada seluruh masyarakat di seluruh tanah air agar semuanya tetap tenang, tapi juga waspada dan menjaga persatuan dan kita semuanya bersatu melawan terorisme," kata Jokowi.

Mabes Polri Diserang Perempuan Bersenjata

Banner Infografis Aksi Lone Wolf Teroris Milenial di Mabes Polri. (Foto: Liputan6.com/Faizal Fanani, Insert: Dok. Istimewa)
Banner Infografis Aksi Lone Wolf Teroris Milenial di Mabes Polri. (Foto: Liputan6.com/Faizal Fanani, Insert: Dok. Istimewa)

Sebelumnya, Rabu 31 Maret 2021, insiden baku tembak menewaskan satu perempuan terduga teroris. Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit mengatakan, ada enam peluru diduga dari senapan air gun yang digunakan pelaku.

"Menembak enam kali, dua kali kepada anggota yang ada di dalam pos. Dua kali yang ada di luar dan (sisanya) menembak lagi kepada anggota yang ada di belakangnya," kata Listyo saat jumpa pers di Mabes Polri Jakarta, Rabu 31 Maret 2021.

ZA terkonfirmasi sebagai sosok di balik orang yang terlibat baku tembak dengan polisi di Kompleks Mabes Polri. Menurut Listyo, dari identifikasi sidik jari dan wajah pun menunjukkan kebenaran identitas pelaku teror di Mabes Polri tersebut sama dengan yang beredar di media sosial.

"Yang bersangkutan adalah tersangka atau pelaku lone wolf yang berideologi radikal ISIS. Ini dibuktikan dari postingan yang bersangkutan di sosial media," ujar Listyo.

Penelusuran lebih lanjut, ZA merupakan mahasiswa semester 5 yang berstatus drop out. Lewat akun Instagramnya juga ditemukan unggahan bernada ISIS.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: