Panglima TNI: Prokes Harus Diterapkan Meski Vaksinasi Sudah Berjalan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kembali menekankan kepada masyarakat penerima vaksin COVID-19 tentang pentingnya menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) dalam melakukan aktivitas sehari-hari meskipun sudah menerima vaksinasi.

Hal itu disampaikan Panglima TNI ketika meninjau serbuan vaksinasi COVID-19 di Lamongan, Jawa Timur.

“Dengan demikian Protokol Kesehatan (Prokes) tetap harus terus dijalankan meskipun program vaksinasi sudah berjalan sejak Januari 2021,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam keterangan resminya, Jum'at, 11 Juni 2021.

Menurut Panglima TNI, saat ini terjadi peningkatan angka kasus aktif secara signifikan di berbagai daerah.

“Hal ini menandakan bahwa masih perlunya peningkatan upaya untuk membangun kesadaran masyarakat untuk selalu disiplin dan tidak mengabaikan protokol kesehatan dengan selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” ujarnya.

Dalam kunjungannya di Lamongan, Jawa Timur itu, Panglima TNI menyempatkan diri untuk memimpin Apel Gelar Pasukan Satgas Penanganan COVID-19 di Lapangan Alun-alun Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menegaskan bahwa Prajurit TNI-Polri harus bekerja ekstra untuk membangun kesadaran masyarakat melalui fungsi Posko PPKM skala mikro untuk menerapkan Prokes dengan disiplin, serta optimalisasi pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment) agar kasus positif dapat diketahui dengan cepat dan segera dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk merawat dan mencegah penularan lebih luas.

Usai memimpin Apel Gelar Pasukan, Panglima TNI bersama rombongan yang terdiri dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito meninjau secara langsung vaksinasi yang diikuti oleh 2.000 orang yang dibagi dalam 4 gelombang yang terdiri dari 500 orang penerima vaksin pergelombang.

Serbuan vaksinasi di Kabupaten Lamongan itu melibatkan 100 personel tenaga vaksinator yang terdiri dari TNI dari 38 personel TNI, 22 orang tenaga vaksinator Polri, dan 100 orang tenaga vaksinator dari Dinas Kesehatan.

Untuk diketahui sebelum ke Lamongan, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama rombongan juga melakukan peninjauan serbuan vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel