Panglima TNI SBY Ungkap Fakta Aneh Tragedi AirAsia dan Sriwijaya Air

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Selasa 12 Januari 2020, penyelam militer dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut, Komando Armada I berhasil menemukan kotak hitam atau black box Pesawat Sriwijaya Air, SJ-182 yang jatuh di Perairan Laut Jawa.

Kotak hitam berupa Flight Data Recorder alias FDR ditemukan tepat di titik lokasi jatuhnya Sriwijaya Air, SJ-182 di dasar laut sekitar Kepulauan Seribu.

FDR ditemukan oleh prajurit TNI dari pasukan Dinas Penyelaman Bawah Air (Dislambiar) Koarmada I TNI Angkatan Laut di hari ke empat digelarnya operasi kemanusiaan pencarian dan pertolongan atau SAR Sriwijaya Air, SJ-182.

Namun, di balik keberhasilan prajurit TNI AL dalam menemukan FDR itu ada sebuah kisah dan fakta aneh yang mungkin tak disadari masyarakat.

Fakta itu diungkap Panglima TNI era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yaitu Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko.

Jadi begini cerita, beberapa saat setelah TNI mengumumkan telah menemukan FDR Sriwijaya Air, SJ-182. Jenderal TNI kelahiran Kediri, Jawa Timur itu menyiarkan kisah ketika dirinya memimpin operasi SAR tragedi jatuhnya Pesawat AirAsia QZ-8501 di Perairan Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada Desember 2014.

Jenderal TNI Moeldoko menuturkan, bahwa ada kesamaan fakta dari kisah tragedi jatuhnya AirAsia dengan Sriwijaya Air. Mau tahu apa kesamaan itu?.

Menurut Jenderal TNI Moeldoko, kotak hitam Pesawat AirAsia yang jatuh tujuh tahun lalu itu, ternyata ditemukan prajurit TNI di tanggal yang sama dengan ditemukannya kotak hitam Sriwijaya Air, SJ-182. Yakni sama-sama ditemukan pada tanggal 12 Januari.

Jenderal TNI jebolan Akademi Militer (Akmil) 1981 mengungkapkan bahwa kotak hitam AirAsia QZ-8501 ditemukan penyelam TNI Angkatan Lautan pada 12 Januari 2015 di dasar Selat Karimata.

Dan kini giliran kotak hitam Sriwijaya Air yang ditemukan pada 12 Januari 2021. Atau 4 hari setelah dikabarkan hilang kontak dalam penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta menuju Pontianak pada Sabtu 9 Januari 2021.

Perlu diketahui, tragedi jatuhnya pesawat AirAsia QZ-8501 terjadi pada Minggu 28 Desember 2014. Pesawat itu hilang kontak saat dalam penerbangan dari Bandara Djuanda Surabaya menuju Changi, Singapura.

Pesawat Airbus A320-200 itu jatuh ke dasar Selat Karimata. Di dalam pesawat terdapat 162 orang. 155 penumpang dan 7 kru.

'Mencari black box di dasar laut bukanlah persoalan gampang. Teringat di tanggal ini (12 Januari-red) tepat enam tahun lalu, sebagai Panglima TNI saya memimpin langsung operasi pencarian kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501. Selama sepekan saya ‘berkantor’ di KRI Banjarmasin menemani anak buah melakukan pencarian Flight Data Recorder (FDR) dari dasar Selat Karimata.

Tepat di hari ini (12 Januari 2021-red), black box Sriwijaya Air juga ditemukan. Respek untuk seluruh tim yang telah bekerja maksimal. Semangat!,' tulis Moeldoko dilansir VIVA Militer, Rabu 13 Januari 2021.

Baca: Usai Salat dan Berdoa, Penyelam TNI AL Temukan Kotak Hitam SJ-182