Panglima TNI Serahkan Senjata Khusus untuk Petugas Tracer COVID-19

·Bacaan 2 menit

VIVA – Langkah Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam menekan angka penyebaran COVID-19 di Indonesia tidak perlu diragukan lagi.

Hari ini, orang nomor satu di lingkungan TNI itu menyerahkan sejumlah perangkat yang bakal dijadikan senjata kepada puluhan ribu prajurit TNI yang akan ditugaskan untuk melakukan Tracer Digital secara online penderita COVID-19 di seluruh Indonesia.

Senjata yang diserahkan oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kepada seluruh Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI Angkatan Darat, Bintara Pembina Potensi Maritim (Babinpotmar) TNI Angkatan Laut, dan Bintara Pembina Potensi Dirgantara (Babinpotdirga) TNI Angkatan Udara yang telah selesai mengikuti pelatihan Tracer Digital bersama BNPB dan Kementerian Kesehatan itu diserahkan di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa, 27 Juli 2021.

"Laptop ini merupakan peralatan yang harus digunakan dan harus dikuasai karena ini adalah senjatanya para Babinsa, Babinpotdirga dan Babinpotmar," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Dia menambahkan, penguasaan teknologi penting dikuasai oleh para Bintara Pembina Desa untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, oleh karena itu para Babinsa, Babinpotdirga dan Babinpotmar diberikan pelatihan sebagai tenaga tracer digital kemarin.

Selama ini, lanjut Panglima TNI, para Bintara Pembina Desa dari TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara melaksanakan Tracer Lapangan, namun hasilnya tidak massif. "Oleh karena itu, saat ini TNI akan menggunakan dua strategi yaitu tracer lapangan dan tracer digital," ujarnya.

Lebih jauh lagi Panglima TNI menjelaskan, teknisnya para Babinsa yang menjadi tenaga tracer akan melakukan wawancara kepada warga yang diduga menjalin kontak erat dengan pasien COVID-19. “Tracer Digital nantinya akan melaksanakan wawancara melalui WhatsApp (WA) atau telpon dengan beberapa pertanyaan yang telah disiapkan, namun bila ada kendala maka tenaga Tracer Lapangan akan bergerak menuju sasaran yaitu masyarakat yang dikonfirmasi masuk pada tracing kontak erat,” katanya.

Kemudian, lanjut Panglima, data hasil wawancara akan dicatat dalam sebuah formulir yang telah disiapkan, selanjutnya para Babinsa yang menjadi tenaga tracer akan berkoordinasi dengan Puskesmas untuk melaksanakan tindakan berikutnya yaitu melaksanakan entry test dengan antigen, untuk mengetahui apakah masyarakat tersebut menunjukan gejala reaktif atau tidak.

Oleh karena itu, kata Marsekal Hadi, pekerjaan para Babinsa sebagai tenaga tracer digital ini sangat penting dalam memutus birokrasi yang begitu panjang harus ke lapangan.

“Para Babinsa, Babinpotmar dan Babinpotdirga merupakan garda terdepan yang harus mampu untuk melaksanakan upaya memitigasi atau memotong rantai penularan sampe angka paling rendah,” kata Panglima TNI.

Panglima TNI berharap mulai minggu depan para tenaga Tracer Digital dan Tracer Lapangan dari TNI sudah dapat berjalan dengan baik, sehingga dapat menekan kasus COVID-19.

“Saya sampaikan bahwa menjadi tenaga Tracer Digital dan Tracer Lapangan adalah tugas mulia yang diberikan oleh pemerintah bagi para Babinsa, Babinpotmar dan Babinpotdirga dan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya diluar tugas rutin seperti pembagian sembako dan juga melaksanakan penegakan protokol kesehatan,” ujar Panglima TNI.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel