Panitera Ketahuan Lihat Gambar Porno Saat Sidang

Liputan6.com, London: Seorang panitera diam-diam melihat gambar mesum saat proses persidangan kasus percobaan perkosaan berlangsung. Hakim yang sedang melihat bahan-bahan di persidangan tak sengaja melihat ulah panitera yang tak senonoh itu.

Debasish Majumder, 54, mengakses gambar cabul ketika korban memberikan bukti yang mengerikan di persidangan Inner London Crown Court. Ia melakukan hal itu karena sidang kasus percobaan perkosaan dianggap membosankan.

"Dia melihat foto-foto wanita topless dan pasangan yang terlibat dalam tindakan seksual," kata petugas Kingston Crown Court sebagaimana dilansir Dailymail, Rabu (8/2).

"Majumder bekerja sebagai panitera di Inner London dan perbuatannya itu menyalahgunakan posisi dan melihat situs-situs porno di komputer pengadilan, sementara pengadilan sedang sibuk menangani kasus percobaan pemerkosaan," kata Penuntut Annabel Darlow.

Dan Hakim Nigel Seed QC yang duduk tepat di belakangnya, melihat gambar-gambar kotor saat pihak penuntut memberikan bukti.  Saat itu, hakim sedang melihat bahan-bahan persidangan, tak sengaja pula melihat gambar seorang wanita pirang yang terlibat adegan seks dengan pria.

"Hakim Seed melihat apa yang terjadi. Dia awalnya berharap bahwa ia keliru atau perbuatannya akan berhenti," ujar Darlow. "Pada 10 Desember dia bertindak," ujarnya.

Saat Majumder berada di ruang sidang, ia juga melihat gambar wanita topless yang dibungkam yang terdengar. Majumder mengakui melihat gambar porno secara rutin saat persidangan berlangsung.

Ketika polisi menyelidiki, mereka tidak hanya menemukan pencarian pornografi dalam history komputer kerja Majumbder, tetapi juga foto pornografi anak yang ekstrim di komputer rumahnya.

"Dia mengatakan dia melihat gambar porno di internet. Ia berkata jika di tempat bekerja membosankan, dia akan surfing internet, bukan untuk mendapatkan akses ke situs tapi untuk mendapatkan judul dari situs yang akan digunakan di komputer rumahnya dan biasanya situs itu diblokir".

"Di history internetnya sepenuhnya memperlihatkan bagaimana Majumder memilih melewati hari-hari di pengadilan".

Antara 9 dan 10 Desember 2010 selama kasus percobaan perkosaan, Majumder melihat sekitar 30 gambar. Dia mengaku kepada polisi itu bukan kali pertama dia mencari gambar porno saat bekerja.

"Dia mengatakan bahwa tak seorang pun di pengadilan akan dapat melihat apa yang ia cari di monitor,, selain hakim dan hakim tidak akan dapat membaca nama-nama karena ditulis terlalu kecil".

"Dia bilang dia hanya melihat porno jika kasus itu membosankan dan melakukannya sekali atau dua kali seminggu. Dia telah melakukan perbuatan ini sejak Desember tahun sebelumnya. "

Majumder mengaku bersalah atas satu tuduhan pelanggaran di kantor publik dan lima dakwaan atas kepemilikan gambar tidak senonoh.

Susannah Stevens, pembela, mengatakan bahwa klien menderita stroke sekitar delapan bulan lalu yang dapat mempengaruhi kondisi mentalnya."Stroke dan kognitif Bapak Majumder yang mungkin dapat menjelaskan dengan lengkap proses berpikir dan kemampuan untuk membedakan yang benar dari yang salah".(MEL)