Panitia Formula E Klaim Sirkuit 100 Persen Rampung, Tinggal Beautifikasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Perwakilan dari Organizing Committee Formula E, Farid Subkhan mengatakan kesiapan sirkuit telah rampung 100 persen. Saat ini, aspek beautifikasi terus dipoles jelang perhelatan Formula E yang akan digelar pada 4 Juni.

"Sampai hari ini semua sudah on track, sudah 100 persen tinggal hal-hal kecil beautifikasi sisanya sudah on track tinggal menunggu kehadiran penonton," kata Farid dalam diskusi pagi dengan tema "Formula E dan Jakarta dan Momentum Transisi Energi", Sabtu (28/5).

Beautifikasi yang dimaksud Farid adalah pematangan untuk menata ratusan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) saat menjadi bagian perhelatan mobil balap listrik itu.

Dia melanjutkan bahwa kesiapan sirkuit juga ditopang dengan kesiapan tim medis, tim keamanan, dan seluruh pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan acara internasional ini.

"Secara teknik semua sudah aman," imbuhnya.

Desain Berbeda agar Balapan Menarik

Sebelumnya, Vice President Infrastructure and General Affairs Organizing Committee Formula E, Irawan Sucahyono mengklaim desain sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta Utara berbeda dengan desain di negara-negara lain. Sirkuit di Ancol diklaim memiliki attack mode yang memungkinkan terjadinya overtake atau menyalip. Manuver overtake ini, menurut Irawan, tidak mudah dilakukan pebalap.

"Kalau pembalap masuk ke attack mode, dia akan dapat tenaga tambahan sehingga akan terjadi overtaking. Tapi overtake tak bisa terjadi jika mobil di depan pembalap ada di racing line yang benar," jelas Irawan, Rabu (11/5).

Menurut Irawan, hal itulah yang membuat sirkuit Formula E di Ancol menjadi andalan dan berbeda dengan sirkuit di negara-negara lain.

"Balapan ini untuk tontonan. Bagaimana agar tontonan ini menarik? Harus ada banyak ovetake, harus ada banyak kompetisi di antara pembalap," ucapnya.

Dia menambahkan, bentuk sirkuit di Ancol memungkinkan adanya overtaking, maka acara balap dipastikan akan menarik sekali.

Irawan bahkan mengklaim desain sirkuit Formula E di Jakarta sulit diikuti oleh negara lain.

"Karena geometri jalan yang mereka (negara lain) pakai tidak memungkinkan membuat dimensi yang lebih besar pada saat mau masuk tikungan. Biasanya kalau overtake kan dapatnya selalu di trek lurus agak panjang. Nah, di sini kita melibatkan banyak sekali posisi-posisi itu," ujarnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel