Panitia Kurban Wajib Terapkan Prokes dan Kedepankan Kesehatan Hewan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Wali Kota Bogor, Bima Arya mendorong para pengurus masjid yang menyediakan layanan dan fasilitas pemotongan hewan kurban agar mematuhi prokes kesehatan, sehingga prosesi kurban bisa berjalan dengan baik dan khidmat.

"Saya berterimaksih kepada DKM (dewan kemakmuran masjid) Alfalaah yang menyediakan pemotongan hewan kurban secara baik dan benar, sehingga mutu higienisnya selalu terjaga. Ini juga yang kami dorong kepada panitia lain agar selalu mematuhi Prokes dan memperhatikan kesehatan hewan," ujar Mentan Syahrul yang didampingi Walikota Bogor Bima Arya saat menemui pengurus DKM dan panitia pemotongan hewan kurban di Masjid Alfalaah Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (15/7).

Menurut Mentan, ada tiga hal yang selama ini dipersiapkan pemerintah. Pertama, pemerintah menjamin ketersediaan hewan kurban. Kedua, pemerintah memasatikan kesehatan hewan kurban. Dan ketiga, pemerintah terus mendorong pemotongan hewan kurban secara baik dan benar.

"Artinya higienitas menjadi bagian penting yang harus dijaga. Terus terang, sekali lagi saya kagum dengan apa yang dipersiapakan panitia Masjid Alfalaah. Inilah kita yang harus ada gunanya untuk Allah, untuk bangsa dan untuk negara," katanya.

Walikota Bogor, Bima Arya menyampaikan terimakasih atas perhatian khusus yang diberikan Menteri Syahrul kepada masyarakat Kota Bogor. Terutama dalam mengatur kebutuhan dan ketersediaan hari raya Idhul Adha 2021 mendatang.

"Saya kira memang benar, ada tiga hal yang harus kita pastikan bersama dalam perayaan kurban tahun ini. Pertama mengenai ketersediaan hewan. Kedua mengenai tata cara penyembelihan dan ketiga mengenai kesehatan," katanya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Wali Kota Bogor, Bima Arya.
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bersama Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Untuk memastikan proses tersebut berjalan dengan baik, Bima mengaku nantinya ia akan berkeliling ke tiap-tiap Kecamatan. Langkah ini dinilai tepat mengingat banyak hewan kurban yang dipotong di luar RPH yang ada.

"Saya sendiri akan berkeliling dan melihat pembagian daging. Namun tetap dengan Prokes yang ketat," tutupnya.

Terpisah, Direktur PT Bima Jaya Farm, Ilman yang menyediakan depo 1000 sapi Kota Bogor mengaku penjulanya sampai hari ini mengalami peningkatan yang cukup tajam. Terbukti, dari 1000 lebih sapi Bima yang dibawa, sebanyak 60 persen lainya sudah terjual habis.

"Ini berkat dorongan Pak Menteri (Syahrul Yasin Limpo) yang meyakinkan masyarakat bahwa sapi kami berkualitas. Alhamdulillah penjulannya sudah 60 persen," katanya.

Ilman mengatakan, sampai saat ini rata-rata penjualan sudah diatas 20 ekor perhari dengan omset rata-rata perminggu mencapai miliaran rupiah. Namun kata Ilman, penjulan tahun ini mengalami penurunan jika dibandingkan 4 tahun lalu yang bisa mencapai 60 ekor perhari.

"Sapi kami memiliki kelebihan dimana tubuhnya kecil tapi dagingnya padat. Tulangnya kecil, lemaknya kecil, kulitnya tipis dan yang paling penting tidak bau karena pakan mereka adalah organik," tutupnya.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel