Panjat tebing ditargetkan jadi ekstrakurikuler sekolah di Jaksel

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) menargetkan olahraga panjat tebing (sport climbing) menjadi kegiatan ekstrakurikuler di setiap sekolah daerah itu.

"Panjat tebing adalah sesuatu yang baru, khususnya bagi anak-anak sekolah. Kita minta ini dijadikan ekstrakurikuler di sekolah-sekolah," kata Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Munjirin dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu.

Menurutnya, olahraga panjat tebing terbilang keamanannya cukup terjamin dan memiliki tujuan positif yaitu untuk mengurangi anak-anak terus menerus bermain telepon genggam (handphone).

Adapun harapan Munjirin dengan adanya kegiatan olahraga yang positif di sekolah ini bisa mencetak atlet muda panjat tebing.

Baca juga: DKI Jakarta cari atlet panjat tebing melalui media sosial

Terlebih, menurut Munjirin, tanpa disadari di Jakarta Selatan sudah banyak sekali atlet-atlet yang berprestasi di bidang panjat tebing, baik di tingkat Provinsi DKI Jakarta, maupun nasional.

Ia pun berencana bersama dengan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Selatan untuk keliling menyosialisasikan ekstrakurikuler panjat tebing pada setiap sekolah di daerah itu.

"Jadi dengan 'sport climbing' ini dapat melatih kecerdasan otak juga, jadi sangat positif sekali ini. Sekaligus mencari bibit-bibit atlet panjat tebing," katanya.

Senada dengan Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Munjirin, Kepala Sekolah SDN Mampang Prapatan 02 Pagi Yeyet Husnawati juga menginginkan panjat tebing menjadi kegiatan ekstrakurikuler sekolah.

Baca juga: Jakarta akan miliki sarana panjat tebing berstandar internasional jelang kejuaraan Asia

Meski banyak yang pro kontra lantaran olahraga tersebut terbilang ekstrem, namun Yeyet yakin panjat tebing terbilang aman lantaran akan diawasi oleh pelatih.

"Sebenarnya ini olahraga yang aman dan juga mendapatkan apresiasi dari Wali Kota Jakarta Selatan dan jajarannya," kata Yeyet.