Panpel Persib vs Bali United hanya jual 15 ribu tiket

Panitia Pelaksana (Panpel) laga Persib Bandung kontra Bali United dalam Piala Presiden 2022 memastikan hanya akan menjual 15 ribu tiket untuk penonton pertandingan yang bakal digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (12/6).

Koordinator Panpel Budhi Bram mengatakan jumlah tersebut ditentukan berdasarkan pertimbangan sejumlah pemangku kebijakan mulai dari pihak kepolisian hingga pemerintah.

"Kan jumlahnya 15.000, jadi kami tidak akan mencetak (menjual) lebih dari itu, khusus di tribun bawah. Kami akan tutup tribun yang atas," kata Budhi kepada wartawan di Polrestabes Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat.

Menurutnya saat ini pihak panpel tengah berfokus untuk penyelenggaraan Piala Presiden di GBLA. Jika nantinya dipindah ke Stadion Si Jalak Harupat atas pertimbangan keamanan, pihaknya pun bakal menghargai keputusan itu.

"Polisi punya pertimbangan sendiri, perkiraan intelijen, kalau ke ranah itu kami kurang tahu. Sebagai panpel, kalau dilaksanakan di GBLA, kami siap apapun yang kami kerjakan," kata Budhi.

Baca juga: Pemkot Bandung hanya perbolehkan GBLA diisi 15.500 penonton

Sementara itu, Direktur PT Persib Bandung Bermartabat Teddy Tjahjojo mengatakan tiket untuk laga Persib kontra Bali United bakal dijual secara daring. Menurutnya hal tersebut dilakukan untuk memeriksa kelengkapan vaksin para calon penonton.

Sehingga nantinya para calon penonton bakal diminta untuk mengisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari KTP ketika membeli tiket secara daring. Menurutnya satu orang hanya bisa membeli satu tiket saja.

"Untuk mengetahui dua kali vaksin kan harus terkoneksi dengan aplikasi PeduliLindungi, makanya kenapa kita mensyaratkan untuk memberikan NIK di aplikasi kita, untuk supaya terkoneksi ke aplikasi PeduliLindungi," kata Teddy.

Baca juga: Persib rampung verifikasi akun Bobotoh untuk nonton Piala Presiden
Baca juga: Arema FC jadikan Piala Presiden momentum suarakan persatuan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel