Pansus RUU Desa akan Setujui Alokasi Dana Bagi Desa

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ribuan perangkat desa melakukan demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPR RI. Aksi tersebut mendesak disahkannya RUU Desa.

Ketua Pansus RUU Desa  Akhmad Muqowam mengatakan pihaknya telah menerima demonstran untuk mendengar keluhan mereka.

"Kami mendengarkan, mengapresiasi dan  menghormati apa yang disampaikan," kata Muqowam di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/12/2012).

Muqowam mengaku dalam pertemuan tersebut, pihaknya menyampaikan perkembangan terkini di Pansus RUU Desa. Pertama, pada 12 Desember lalu, Pansus RUU Desa sudah menggelar rapat kerja dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang isinya membahas menangani Daftar Inventaris Masalah (DIM) RUU Desa yang berasal dari fraksi-fraksi.

"Kedua, membahas pembentukan panitia kerja dan ketiga membahas mengenai jadwal  kerja pansus RUU Desa," katanya.

Terhadap hal tersebut, kata Muqowam, pansus dan pemerintah sepakat, terhadap DIM yang sifatnya tidak tetap, sepakat dibahas di panja dalam rentang waktu April 2013.

Terkait dengan tuntutan yang disampaikan perangkat desa, persoalan masa jabatan perangkat desa, secara common sense, ia mengakui terjadi perdebatan di panja dan pemerintah.

"Kalaupun ada sikap fraksi-fraksi, hanya wacana saja belum detil," katanya.

Sedangkan soal tuntutan alokasi dana untuk desa, Akhmad mengatakan pandangan fraksi-fraksi hampir sepakat dan dimengerti.  

"Naga-naganya akan memberikan persetujuan alokasi dana untuk desa," tuturnya.

Adapun tuntutan soal perangkat desa diangkat sebagai PNS, Pansus RUU Desa harus mendengar sikap dari pemerintah. Pasalnya, keberadaan PNS harus sesuai dengan kebutuhan. Kalau PNS, ada institusi yang punya peran seperti Badan Kepegawain Nasional (BKN) dan Kementerian PAN-RB. Jadi, kata Akhmad, pengadaan PNS tidak serta merta, karena harus melalui analisis kepegawaian.

"Yang terpenting, perubahan struktur itu jangan mengubah desa menjadi kelurahan. Karena desa merupakan self goverment community," katanya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.