Pantai dan Pulau Terpopuler untuk Berwisata Virtual, Mana Saja?

Liputan6.com, Jakarta - Bagi Anda yang suka traveling, pandemi corona Covid-19 tentu menjadi masa-masa yang sangat berat. Saat pandemi belum mereda, berwisata atau traveling jadi sesuatu yang mustahil dilakukan.

Meski rencana perjalanan harus tertunda, platform perjalanan digital Agoda menunjukkan bagaimana Anda masih bisa menjelajahi dunia, menghilangkan kebosanan, dan mengalami apa yang ditawarkan dunia, semuanya tanpa perlu meninggalkan rumah.

Berdasarkan destinasi favorit wisatawan Agoda sepanjang 2019, dikombinasikan dengan motivasi jalan-jalan teratas dari Survei Penggunaan & Perilaku, Agoda membagikan panduan praktis untuk bepergian di dunia virtual.

Menurut Survei Penggunaan dan Perilaku yang dilakukan Agoda, Alam; Pantai; Makanan; Tempat Terkenal; dan Budaya merupakan lima alasan utama yang menjadi motivasi jalan-jalan para wisatawan di seluruh dunia.

Dilansir dari keterangan tertulis Agoda, keindahan pantai dan pulau adalah alasan global favorit kedua untuk bepergian. Walaupun Anda perlu menunggu beberapa saat hingga bisa merasakan pasir di antara jari-jari kaki atau deburan ombak di punggung, Anda tidak perlu melewatkan keajaiban samudera sepenuhnya. Ada dua destinasi yang direkomendasikan untuk berwisata virtual.

Buck Island Reef National Park

Berlokasi di Virgin Island, Amerika Serikat, kawasan wisata berupa pulau yang di pinggir pantai ini sudah ada sejak 10 ribu tahun silam. Tempat ini memiliki banyak karang dan kehidupan laut yang unik.

Ikuti penyelaman National Geographics berpemandu dengan fotografer kehidupan laut Brian Skerry dan jelajahi detail spektakuler dari warna-warna permata dan tekstur terumbu penghalang yang unik dan terlindungi ini.

Anda juga bisa menyaksikan bayi-bayi penyu bergerak menuju laut di malam hari. Tempat wisata ini juga sangat digemari untuk snorkeling dan diving.

National Marine Sanctuaries

ilustrasi laut. (iStockphoto)

Salah satu tempat diving atau menyelam terpopuler adalah National Marine Sanctuaries milik National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Dilansir dari laman Marine Sanctuary, kawasan wisata sekaligus wilayah konservasi alam ini berada di 15 lokasi berbeda di Amerika Serikat (AS), mulai dari California sampai Hawaii dan semuanya berada di kawasan pantai.

Karena sangat diminati dan lonjakan pengunjung yang sangat tinggi sempat membuat barisan terumbu karang di taman nasional laut ini rusak parah. Pemerintah setempat pun berusaha menyetop kunjungan wisatawan agar terumbu karang dapat pulih kembali.

Kini dengan terjadinya pandemi, tentunya perawatan tempat ini menjadi lebih baik lagi. Anda pun tak perlu jauh-jauh berpergian, cukup menyelam secara virtual di laman resmi mereka.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: