Pantau Dana Otsus Aceh, Azis Syamsuddin Tak Mau Ada Desa Stunting

Hardani Triyoga, Anwar Sadat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Wakil Ketua DPR RI Bidang Politik dan Keamanan, Azis Syamsuddin menyambangi Aceh, Senin, 23 November 2020. Kunjungan Azis ke Aceh ini dalam rangka melakukan pemantauan pelaksanaan otonomi khusus atau otsus di provinsi berjuruk Serambi Mekah itu.

"Ini bertujuan untuk melihat dan menganalisis serta memantau dan terakhir mengevaluasi, apakah peruntukan dana otsus ini peruntukannya sudah sesuai yang digariskan oleh Undang-Undang, untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan UMKM," kata Azis di Aceh, Senin 23 November 2020

Dia menekankan, pengawasan terhadap dana Otsus ini perlu dilakukan agar tepat sasaran dan efektif dalam penggunaan. Sebab, terkait dana otsus ini sebelumnya telah dibahas Badan Anggaran DPR RI bersama dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Ini kita dalam rangka melihat apakah penjelmaan kemudian pengaplikasiannya sudah sesuai dengan mekanisme dan kesepakatan dalam hal yang telah dibahas oleh Badan Anggaran dengan Menteri Keuangan. Tentu hasil daripada ini akan memberikan suatu masukan dan keputusan daripada DPR untuk meneruskan otsus ini atau melakukan evaluasi dana otsus ini," jelas Azis.

Baca Juga: Tokoh Papua: Dana Otsus Dimainkan di Daerah

Menurut Azis, dana otsus diberikan langsung oleh pemerintah pusat ke Pemerintah Provinsi. Kemudian, disalurkan ke pemerintah daerah kabupaten dan kota.

Azis menambahkan dengan kunjungan ini juga ingin mengetahui adanya faktor kendala atau tidak dari pelaksanaan dana otsus.

"Apakah ada kendala atau tidak ya besok kita akan lihat, ada atau nggaknya. Yang penting kan tidak boleh ada satu kabupaten atau kecamatan yang masih misalnya ada sekolah yang tidak beralaskan semen, ada desa yang stunting atau kelaparan, itu yang harus kita evaluasi," ujar Azis.

Kemudian, ia mengatakan, dengan dana Otsus ini seharusnya dapat mengatasi sejumlah permasalahan yang ada di daerah.

"Seperti di Papua kan ada yang desa stunting, kan menjadi pertanyaan kenapa itu masih bisa terjadi," ujarnya. (ren)