AS Pantau Ketat Strain Baru Virus Corona COVID-19 di Inggris

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Otoritas Amerika Serikat menyatakan bahwa mereka "dengan sangat hati-hati" mengawasi varian baru Virus Corona COVID-19 yang saat ini menyebar di Inggris.

Dikutip dari AFP, Senin (21/12/2020) berita tersebut datang ketika panel dari pakar AS menyarankan agar mereka yang berusia 75 tahun dan lebih untuk vaksin.

Kelompok lansia itu, berada dalam satu barisan dari 30 juta "pekerja penting" termasuk guru, karyawan toko bahan makanan dan polisi.

Pakar kesehatan Moncef Slaoui, yang merupakan penasihat utama program vaksin Operasi Warp Speed ​​pemerintah, mengatakan kepada CNN State of the Union bahwa pejabat AS masih belum mengetahui jika varian baru Virus Corona itu sudah ada di Amerika.

"Kami, tentu saja ... mengawasi hal ini dengan sangat hati-hati, termasuk di National Institutes of Health dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC)," katanya.

Slaoui juga menyebutkan bahwa varian khusus COVID-19 yang saat ini muncul di Inggris sangat kecil kemungkinannya lolos dari kekebalan vaksin.

Pendapat Slaoui pun diperkuat dalam wawancara dengan ABC's "The Week, oleh Laksamana Brett Giroir, pejabat AS yang mengawasi pengujian terkait COVID-19.

Ketika Wakil Menteri Kesehatan itu ditanya, apakah AS perlu mengikuti langkah negara-negara Eropa yang memberlakukan pembatasan bagi Inggris? "Saya kira tidak ada alasan untuk khawatir sekarang," kata Giroir. "Saya meyakini kami masih belum pada tahap itu," jelasnya.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Suntikan Pertama Vaksin COVID-19 Moderna akan Dilakukan pada 21 Desember Waktu AS

Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)
Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)

Disebutkan Slaoui, saat ini pihaknya telah mengepalkan hampir delapan juta vaksin COVID-19 ke seluruh penjuru AS.

Rinciannya mencakup dua juta dari vaksin Pfizer-BioNTech, dan 5,9 juta dari vaksin Moderna yang disahkan pada 18 Desember.

Slaoui menyampaikan, bahwa suntikan pertama dari Moderna kemungkinan besar akan dilakukan pada Senin 21 Desember 2020 pagi waktu setempat.

Sementara itu, Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS mengatakan sebanyak 2,8 juta dosis vaksin COVID-19 telah didistribusikan selama sepekan terakhir, sementara 556.208 dosis lainnya sedang disiapkan.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS Mike Pence telah menampilkan secara terbuka dan langsung proses vaksinasi untuk Virus Corona COVID-19. Sementara presiden terpilih Joe Biden, dijadwalkan akan divaksinasi pada Senin 21 Desember waktu setempat.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump sejauh ini belum mengindikasikan bahwa ia akan ikut serta proses vaksin tersebut dalam waktu dekat.

Namun dengan kekhawatiran terhadap skeptisisme vaksin, Giroir meminta Trump untuk divaksin - "dan juga untuk membangkitkan lebih banyak kepercayaan di antara orang-orang".

Slaoui tetap memperingatkan bahwa wabah bisa saja berlangsung lebih buruk, meski saat ini distribusi vaksin sudah dilangsungkan.

Diterangkannya juga bahwa terdapat kenaikan kasus infeksi, baik saat libur Thanksgiving dan persiapan libur akhir tahun.

Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona

Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Meredam Kepanikan Wabah Virus Corona. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Berikut Ini: