Pantau PPKM Darurat, Panglima TNI Sidak Gudang Obat COVID-19 di Banten

·Bacaan 2 menit

VIVA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Ganip Warsito hari ini melakukan Inspeksi Mendakak (Sidak) ke tempat penyimpanan paket obat-obatan dan pelaksanaan PPKM Darurat di wilayah Kota Serang, Banten.

Ketika tiba di Kodim 0602/Serang, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengecek langsung gudang tempat penyimpanan paket obat-obatan bantuan pemerintah untuk pasien COVID-19 yang melakukan Isolasi Mandiri (isoman) yang telah diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo beberapa hari lalu.

Serda TNI Adi Hatta dari Unit Kesehatan Kodim 0602/Serang pun langsung melaporkan kepada Panglima TNI bahwa Kodim 0602/Serang telah menerima bantuan obat-obatan dari Presiden Jokowi, dan telah disimpan di dalam suatu ruangan khusus. Adapun banyak obat yang diterima, lanjut Serda Adi Hatta, berupa paket Isoman 2 sebanyak 790 paket dan paket Isoman 3 sebanyak 790 paket.

Setelah mendengarkan paparan tersebut, Panglima TNI menginstruksikan agar obat-obatan itu harus sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan yaitu masyarakat positif COVID-19 yang sedang melaksanakan isoman.

“Pendistribusiannya harus berjenjang dari Babinsa atau Bhabinkamtibmas dengan melibatkan petugas dari Puskesmas,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Minggu, 18 Juli 2021.

Setelah memastikan gudang penyimpanan obat-obatan, Panglima TNI beserta rombongan kemudian meninjau Pos PPKM Darurat di Kelurahan Serang.

Di situ, Panglima TNI dan rombongan disambut oleh dr. Dedi Adriano. Panglima TNI pun langsung menanyakan terkait seluruh kesiapan dan prosedur serta kendala yang dihadapi.

Dalam kesempatan itu, dr. Dedi Adrianto menjelaskan bahwa di wilayah Serang, Banten beberapa hari terakhir ini telah terjadi peningkatan jumlah kasus positif COVID-19.

“Faktor penyebabnya apa,” tanya Panglima TNI. Kemudian, Dokter Dedi menjawab, penyebabnya adalah kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan masih rendah, terutama kesadaran penggunaan masker.

Mendengar jawaban demikian, Panglima TNI kembali menekankan akan pentingnya penggunaan masker. “Dimanapun, baik di lingkungan keluarga ataupun di wilayah yang mobilitasnya tinggi harus 100 persen menggunakan masker,” tegas Panglima TNI.

Kemudian, Panglima TNI juga melakukan komunikasi secara virtual dengan masyarakat yang sedang melaksanakan isoman, salah satunya Ibu Ayuni (51 th).

Panglima TNI bertanya, sudah berapa lama di isolasi dan apakah sudah menerima paket obat-obatan dari Presiden RI Joko Widodo.

“Sudah 4 hari di isolasi dan sudah menerima paket bantuan obat-obatan yang diberikan melalui bapak Babinsa,” jawab Ayuni.

“Kalau sudah sembuh, Ibu Ayuni harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat supaya tidak tertular kembali,” pesan Panglima TNI kepada Ayuni.

Terakhir, Panglima TNI juga memberikan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 dengan cara mendatangi masyarakat secara langsung. Adapun isi paket bantuan sembako yang dibagikan berupa beras, gula, minyak goreng, mie instan, kecap, dan makanan kaleng.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel