Pantau Progres TPST, Menko Luhut Pastikan Bali Bebas Sampah saat Presidensi G20

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan sebagai Ketua Bidang Penyelenggara Presidensi G20 kembali ke Bali untuk meninjau proyek pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu. Selain itu, Luhut juga memantau progres dua TPST lainnya yakni Tahura dan Padang Sambian.

Peninjauan yang dilakukannya adalah untuk memastikan Bali bebas dari sampah. Hal ini dilakukan agar para delegasi G20 dapat menikmati kebersihan di pulau Dewata Bali.

"Tiga TPST yang rencananya akan hadir di Denpasar ini sekitar 40 persen, mesinnya masih diimpor, karena hingga saat ini kita masih belum memiliki teknologi tersebut dan masih dikembangkan lebih lanjut," ujar Luhut, Jakarta, Rabu (31/8).

Meskipun demikian, dia meminta kepada Kementerian dan Lembaga (K/L) terkait agar terus mengembangkan mesin berteknologi yang sama untuk diproduksi sendiri di dalam negeri.

"Rencana pabrik mesin ini akan berada di Solo, Jawa Tengah sehingga ke depannya mesin pengolahan sampah di 22 TPST lainnya yang akan dibangun di seluruh Indonesia akan menggunakan mesin buatan dalam negeri," jelas dia.

Manfaat TPST

Luhut pun membeberkan manfaat ekonomis dari TPST yaitu supaya hasil pengelolaan sampah di TPST bisa menghasilkan berbagai macam produk.

Menurut Luhut, para Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal dapat menambah hasil produk mereka sendiri dan perekonomian masyarakat sekitar bisa terus bergerak.

"Indonesia sebagai tuan rumah G20 akan semakin sibuk untuk mempersiapkan acara besar ini. maka dari itu pembangunan 3 TPST ini juga menjadi salah satu persiapan untuk menyambut KTT G20. Saya harap pada Oktober atau November, Bali akan jadi lebih bersih dan sampah di laut juga semakin berkurang," tambahnya. [idr]