Pantau Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J, Ini Catatan Komnas HAM

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menceritakan rekonstruksi kasus pembunuhan berencana Brigadir J berjalan lama lantaran dilaksanakan secara imparsial. Di mana setiap keterangan saksi, mendapatkan kesempatan untuk melakukan rekonstruksi.

Dia menerangkan, dalam kesaksian kasus pembunuhan ini terdapat perbedaan penyataan antara tersangka satu dengan lainnya. Sehingga, pihak penyidik memberikan kesempatan yang sama untuk memenuhi Hak Asasi Manusia (HAM) kepada mereka.

"Jadi antara pengakuan a dan b masing-masing pengakuan itu diuji untuk melaksanakan rekonstruksinya, itu proses yang sangat baik, kepentingan untuk pembelaan dirinya diberi kesempatan seluas-luasnya," katanya di depan Rumah Dinas Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8).

Choirul menjelaskan, pihaknya tidak dibatasi untuk melihat pelaksanaan rekonstruksi yang dilakukan di tiga lokasi tersebut.

"Apakah kita punya pembatasan? Tidak ada pembatas. Ada proses di Magelang, Saguling dan TKP Duren Tiga semua proses kami ikuti. Kami catat dengan baik," tutupnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, penyidik telah melakukan rekonstruksi selama 7 jam lebih. Di mana dua TKP asli dan satu TKP pengganti.

"Magelang sudah kita mainkan jam 10 pagi melibatkan empat tersangka dan ada saksi terkait di Magelang, sudah dilaksanakan. Kedua di Saguling 36 adegan sudah diperagakan dan ada saksi terkait demikian juga TKP Duren Tiga ada 27 adegan diperankan oleh para tersangka dan para saksi," tutupnya. [fik]