Pantau Vaksinasi COVID-19 di Tanah Abang, Menkes: Tak Perlu Takut

Lis Yuliawati, Willibrodus
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin memantau langsung proses pemberian vaksin kepada pedagang di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Menteri Budi mengatakan, sebanyak 9 ribu pedagang akan divaksin. "Rencananya kita kan ada Blok A, Blok B, Blok F, sampai Blok G, empat atau lima (blok) semuanya akan divaksin. Diprioritaskan yang ada di sini dulu (Blok A). Sampai hari ini kan sudah ada data sekitar 9.791 pedagang, kita harapkan dalam lima hari bisa selesai semua (divaksin)," kata Budi, di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Februari 2021.

Menurut Budi, target awal pemberian vaksin kepada pedagang adalah sebanyak 55 ribu. Namun, dari data hari pertama, ada sebanyak sembilan ribu pedagang telah siap divaksin di Pasar Tanah Abang.

"Kita kan masih buka lima hari ya. Ini hari pertama 9.791. Data 55 ribu itu juga data awal. Kita tidak tahu berapa banyak sebenarnya yang ada. Kita terbuka, Kalau memang pedagang itu ada di sini, beroperasi di sini, silakan datang (untuk divaksin)," ujarnya.

Ia menambahkan, pemberian vaksin kepada pedagang di Pasar Tanah Abang telah mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga vaksin Sinovac ini dapat diberikan kepada pedagang. Oleh karena itu, Menkes meminta, agar masyarakat tidak perlu menolak atau takut untuk divaksin.

"Alhamdulillah (vaksin Sinovac) sudah direstui BPOM, ya vaksinnya bisa diberikan kepada masyarakat. Kita mengimbau, bagi yang menolak vaksin mudah-mudahan nanti bakal terlaksana dan nanti juga divaksin, tidak ada yang takut disuntik, karena tadi aku lihat masih banyak yang merem-merem saat disuntik. Sakarang kita imbau udahlah divaksin biar bisa melindungi diri dan teman-teman," ujarnya.

Selain Menkes, pemberian vaksin COVID-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang ini juga dipantau langsung olen Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Turut hadir pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.