Pantauan Udara, Volume Kendaraan di Jatim Berkurang saat PPKM Darurat

·Bacaan 2 menit

VIVA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pergerakan kendaraan di Jawa Timur berkurang selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3 Juli lalu hingga 20 Juli 2021 mendatang. Itu artinya, mobilitas masyarakat menurun dibandingkan hari-hari normal sebelumnya.

Hal itu diungkapkan Khofifah usai melakukan pemantauan jalan arteri dan tol di Jatim melalui udara, bersama Kepala Kepolisian Daerah Jatim Inspektur Jenderal Polisi Nico Afinta dan Panglima Komando Daerah Militer V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Selasa, 6 Juli 2021.

Para pejabat Forkopimda Jatim itu mengudara sekira 90 menit dan memantau perbatasan antara wilayah kabupaten dan kota. Di antaranya kawasan Surabaya-Sidoarjo, Gresik-Surabaya, Jembatan Suramadu dan Pandaan-Malang.

“Alhamdulillah, pagi ini bersama-sama Pak Kapolda dan Pak Pangdam melakukan pengecekan terkait penyekatan yang dilaksanakan antarkabupaten dan kota. Lalu lintas yang terpantau secara umum ada pengurangan volume kendaraan, khususnya pada titik-titik penyekatan, tetapi di beberapa titik masih harus diturunkan lagi,” kata Khofifah.

Ia mengapresiasi sinergitas TNI-Polri dan elemen penthahelix dalam memperkuat pemberlakuan PPKM darurat. Ini penting karena sinergitas menjadi bagian penting dalam penanggulangan COVID-19.

Khofifah kembali mengingatkan masyarakat dari luar kota yang hendak melewati penyekatan wajib membawa surat keterangan bebas COVID-19. Ia juga berpesan kepada masyarakat yang tak memiliki kepentingan untuk senantiasa di rumah saja selama PPKM Darurat.

"Jangan lupa bawa hasil swab antigen atau PCR dan kartu tanda telah divaksin. Disiplinkan diri untuk selalu menjalankan protokol kesehatan. Yang lain, saya mohon tetap tinggal di rumah demi keselamatan diri dan keluarga," ujar Ketua Umum Muslimat NU itu.

Sementara itu, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, pemantauan lewat udara dilakukan untuk mengecek penyekatan-penyekatan yang ada antara kabupaten dan kota. Penyekatan ini merupakan pendukung dari kebijakan PPKM Darurat ini.

“Hari ini, kami melihat penyekatan antar kabupaten/kota. Khususnya wilayah Sidoarjo-Surabaya, Gresik-Surabaya. Kami juga sempat meninjau lokasi Pandaan-Malang. Terpantau dari pemandangan di atas tadi berkurang volume kendaraannya dibandingkan hari-hari sebelumnya,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, tim gabungan TNI-Polri melakukan penyekatan pada 72 titik di wilayah Jatim selama PPKM Darurat. Ke-72 titik tersebut terdiri atas 45 exit tol, 20 titik antar rayon dan tujuh titik perbatasan. Upaya ini untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 agar tidak meluas.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel