Panwaslu Kudus Panggil Pengurus Ojek Colo

Kudus (ANTARA) - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, panggil pengurus ojek Colo, untuk dimintai keterangannya soal dugaan mobilisasi penyedia jasa ojek untuk menghadiri kampanye salah satu pasangan calon.

"Laporan dugaan pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kudus terhadap penyedia jasa ojek di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus, sudah diterima pada Minggu (19/5)," kata Ketua Panwaslu Kudus, Bati Susianto, di Kudus, Senin.

Pada hari yang sama, katanya, Panwaslu Kudus juga melayangkan surat pemanggilan terhadap pengurus atau pihak yang bertanggung jawab dalam kepengurusan paguyuban ojek Colo.

Selain itu, lanjut dia, Panwaslu Kudus juga memanggil pelapor serta saksi yang melihat langsung adanya pengumuman yang meminta penyedia jasa ojek yang tergabung dalam Persatuan Angkutan Sepeda Motor Muria (PASMM) menggunakan seragam merah putih dan berkumpul di pangkalan ojek.

Dalam pengumuman tersebut, dicantumkan pula sanksi bagi yang tidak mengindahkannya diancam sanksi satu pekan.

"Kami juga sudah mendatangi langsung lokasi adanya pengumuman tersebut. Memang benar ada pengumuman tersebut," ujarnya.

Ia mengakui, belum bisa menyimpulkan hal tersebut tergolong pelanggaran dalam Pilkada atau tidak.

Menurut dia, pemaksaan terhadap seseorang untuk menghadiri kampanye salah satu pasangan calon tertentu merupakan pelanggaran.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Ojek Colo, Mohammad Sahid Garno Sunarno ketika dimintai konfirmasinya, enggan berkomentar.

"Sebelum memberikan keterangan kepada Panwaslu Kudus, saya belum bisa berkomentar," ujarnya.

Ahmad Triswadi, salah seorang warga yang melaporkan dugaan pelanggaran tersebut kepada Panwaslu Kudus mengakui, sudah melaporkannya ke Panwaslu Kudus yang diterima Satrio Ajie selaku wakil dari Pihak Sekretariat Panwaslu Kudus pada 19 Mei 2013.

"Harapannya, laporan tersebut segera ditindaklanjuti," ujarnya.

Apalagi, lanjut dia, disertai alat bukti berupa foto yang menerangkan bahwa ada sebuah rencana pengerahan masa yang waktu dan tempatnya telah ditentukan.

Ia berharap, ada sanksi serta hukuman yang setimpal bagi pelaku yang diduga kuat melakukan pelanggaran Pilkada.

Dalam pengumuman yang dia lihat di pangkalan ojek Colo tersebut, tertulis "diberitahukan kepada semua anggota PASMM Siang, Selasa (21/5) memakai seragam merah putih, bagi yang tidak berangkat akan terkena sanksi satu minggu, diharapkan jam 10 kumpul semua di pangkalan ojek".

"Hal itu, merupakan bentuk eksploitasi terhadap hak pribadi seseorang dalam menentukan pilihan calon pemimpin Kabupaten Kudus yang diinginkannya," ujarnya.

Ia menganggap, pengumuman tersebut diduga kuat untuk memobilisasi semua penyedia jasa ojek yang tergabung dalam PASMM untuk menghadiri kampanye salah satu Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus pada 21 Mei 2013.

Dalam Pilkada Kudus 2013, bakal diikuti lima pasangan calon, yakni pasangan calon Muhammad Tamzil-Asyrofi, Badri Hutomo-Sofiyan Hadi, Erdi Nurkito-Anang Fahmi, Musthofa-Abdul Hamid, dan Budiyono-Sakiran.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.