Panwaslu: Rhoma Irama tak Kampanye

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Terkait dengan isu kampanye Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) yang dilakukan Rhoma Irama, Panwaslu menetapkan Rhoma irama tidak melakukan kampanye dalam khutbahnya. Rhoma tidak menyampaikan visi dan misi pasangan tertentu, dalam hal ini pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.

"Rhoma irama menyampaikan identitas kedua pasangan calon yang masuk putaran kedua. Rhoma irama menyampaikan identitas yang salah tentang orang tua salah satu pasangabn calon. Rhoma Irama menyampaikan kepada jamaah untuk memilih yang seiman," kata Ramdansyah saat mejelaskan fakta-fakta yang ditemukan Panwaslu terkait isu SARA yang menimpa Rhoma Irama. Ahad (12/8).

Program kerja pasangan calon Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli juga tidak disampaikan oleh Rhoma irama dalam khutbahnya. Oleh karena itu Panwaslu DKI Jakarta dalam sidang plenonya memutuskan dugaan pelanggaran pemilukada terkait isu SARA yang dilakuka Rhoma Irama secara kumulatif tidak memenuhi unsur-unsur pelanggaran pemilukada sebagaimana diatur dalam UU nomor 32 tahun 2004.

"Kami menekankan. Pertama, Struktur tim kampanye, Rhoma irama tidak termasuk tim Fauzi Bowo-Nachrowi. Secara kumulatif tidak memenuhi unsur kampanye seperti diatur undang-undang. Unsur mengajak mungkin ada," tambah Ramdansyah.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya Rhoma Irama dipanggil panwaslu terkait isi ceramahnya saat mengisi di Masjis Al Isra Tanjung Duren pada 29 juli lalu

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.