Papua Barat kucurkan Rp2 miliar untuk penanganan dampak bencana Sorong

Pemerintah Provinsi Papua Barat mengucurkan dana Rp2 miliar untuk membantu penanganan dampak bencana banjir dan tanah longsor di Kota Sorong.

Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw secara simbolis menyerahkan bantuan dana tersebut kepada Penjabat Wali Kota Sorong George Yarangga di Kota Sorong, Jumat.

"Saya minta agar bantuan yang ada dipergunakan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat terdampak bencana alam banjir dan tanah longsor di Kota Sorong," kata Paulus sebagaimana dikutip dalam siaran pers pemerintah provinsi yang diterima di Manokwari.

Paulus mengatakan bahwa bantuan dana dari pemerintah provinsi diserahkan secara bertahap. Bantuan tahap berikutnya akan diberikan setelah pertanggungjawaban pemanfaatan bantuan tahap pertama disampaikan oleh pemerintah kota.

Bencana banjir dan tanah longsor terjadi di beberapa bagian wilayah Kota Sorong menyusul hujan lebat yang mengguyur wilayah itu sejak Senin (22/8) hingga Selasa (23/8) dini hari.

Selain mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, bencana banjir dan tanah longsor juga menyebabkan kerusakan rumah warga.

Pemerintah Kota Sorong telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari dari 23 Agustus hingga 5 September 2022.

Pemerintah kota sudah membuka posko tanggap darurat bencana di halaman Kantor Wali Kota Sorong serta menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena dampak bencana banjir dan tanah longsor.

Baca juga:
Pemerintah Kota Sorong tetapkan status tanggap darurat bencana

Kemensos kirim 2.000 paket makanan bagi korban banjir di Kota Sorong