Papua Berjaya di Hari Pertama Peparnas XVI

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta-- Tuan rumah Papua berjaya di hari pertama Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI 2021. Papua menguasai klasemen medali Peparnas hari pertama setelah merajai cabang olahraga atletik.

Tercatat ada delapan atlet Papua yang merebut medali emas sepanjang lomba yang digelar di lintasan dan lapangan hijau Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Sabtu (6/11/2021).

Dengan hasil tersebut Papua bertengger pada urutan teratas klasemen medali sementara Peparnas 2021. Pada hari pertama itu, total ada 20 keping medali berhasil dikumpulkan Papua terdiri dari delapan emas, tujuh perak, dan lima perunggu.

Abraham Elopere menjadi atlet pertama yang meraih emas di Peparnas XVI. Atlet Papua tersebut menjadi yang terbaik di nomor lari 1.500 meter putra klasifikasi T20. Pelari berusia 32 tahun itu mencetak waktu tercepat empat menit, 22,63 detik. Tak hanya membuka emas perdana bagi Papua, Abraham juga menjadi atlet pertama yang menyabet medali warna kuning itu di Peparnas 2021.

Pasokan emas berikutnya dihasilkan oleh Dapel Bayage dari nomor lompat tinggi putra klasifikasi T42. Ia sukses melompat sejauh 1,70 meter yang dihasilkan pada usaha kesepuluh. Hasil itu membuat dirinya memecahkan rekor nasional dan menyamai rekor Asia. Di lempar cakram putra klasifikasi F11 Riyad Fallah menjadi yang terbaik dengan lemparan sejauh 25,67 meter.

Penyumbang Medali Lainnya

Papua Berjaya di Hari Pertama Peparnas XVI
Papua Berjaya di Hari Pertama Peparnas XVI

Terpecut dengan prestasi rekan putranya, atlet putri Selvy Merryna ikut membawa pulang emas dari nomor 400 meter klasifikasi T54. Atlet berusia 25 tahun itu sukses dengan catatan waktu satu menit, 08,54 detik.

Pada nomor lempar lembing putri, giliran Ari Haningsi Dwi Astuti yang menyumbang emas. Turun pada klasifikasi F20, Ari mencatat lemparan sejauh 35,05 meter. Di lempar lembing putri klasifikasi F42, Alfonsina Ondi menyetor sekeping emas untuk Papua. Atlet kelahiran 1997 itu mencetak lompatan terjauh di kelasnya, yakni 15,96 meter.

Di nomor lempar lembing putri klasifikasi F47 Maria Will menjadi yang terbaik dan sukses menyumbang satu emas bagi Papua. Atlet berusia 18 tahun itu mencatat lemparan 26,63 meter. Dari nomor lompat jauh putri klasifikasi T12, Yuliana Wouw menjadi yang terbaik. Pelompat berusia 25 tahun itu berhasil menorehkan lompatan emas sejauh 3,94 meter.

Jabar

Di urutan kedua diisi kontingen Jawa Barat. Juara umum Peparnas 2016 tersebut dengan torehan total 18 medali terdiri dari delapan emas, tujuh perak dan tiga perunggu. Di urutan ketiga ada kontingen Sumatra Utara dengan torehan 13 keping medali (tujuh emas, lima perak, satu perunggu). Di nomor tolak peluru klasifikasi F44 putra, atlet Reza Pramana Perangin-angin berhasil memperbaiki rekor nasional dan ASEAN Para Games 2017 dengan tolakan sejauh 11,36 meter.

Peringkat empat besar menjadi milik Jawa Tengah dengan dua emas, tiga perak, dan empat perunggu. Disusul Jambi (dua emas, satu perak, dan satu perunggu). Salah satu emas Jateng ditorehkan Putri Ayu Julianingsih yang bertarung di nomor 400 meter kursi roda klasifikasi T53. "Saya sangat bangga, saya senang bisa mendapatkan medali emas ini," kata Putri Ayu.

Menurutnya, ini adalah hasil dari latihan dan kerja keras yang selama ini ia lakukan. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung dirinya, baik itu pelatih, kontingen, maupun masyarakat Jawa Tengah.

Atlet berusia 20 tahun itu memotivasi rekan-rekannya para penyandang disabilitas untuk tetap semangat dan jangan pernah menyerah. "Teman-teman penyandang disabilitas harus tetap semangat, jangan minder, teruslah berprestasi," ucapnya penuh semangat.

Tercatat baru ada sembilan kontingen yang mampu merebut emas di hari pertama pelaksanaan Peparnas ke-16 tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel