Papua dominasi perolehan medali emas cabang sepatu roda hari pertama

·Bacaan 1 menit

Kontingen PON XX Papua mendominasi perolehan medali emas dari cabang sepatu roda dengan mengumpulkan empat emas pada hari pertama penyelenggaraan yang digelar di Arena Klemen Tinal Roller Sport, Kota Jayapura, Senin.

Emas pertama Papua dari cabang sepatu roda putra nomor ITT 100 M disumbangkan Dave Emmanuel Abel dengan catatan waktu 7,751 detik. Di posisi kedua membuntuti atlet asal Sumatera Utara, Muhammad Khadafi, lewat catatan waktu 7,783 detik. Sementara medali perunggu diraih atlet asal Sumatera Selatan Muhammad Bagus Mardevi dengan catatan waktu 7,875 detik.

Ghea Ivana Kusuma Rachman menyumbangkan emas kedua bagi Papua pada nomor ITT 100 meter putri dengan torehan waktu 10,170 detik. Sementara medali perak direbut Rifa Moza Rizqia asal Kaltim lewat catatan waktu 10,286 detik dan perunggu diraih Saskia Nayra Qatrinnanda asal Banten dengan catatan waktu 11,210 detik.

Emas ketiga bagi Papua disumbangkan Jeremia Wiharja di nomor ITT 400 meter putra lewat catatan waktu 31,475 detik, kemudian disusul Nafi’dhiyah Pradhiasta asal DKI Jakarta (31,644 detik) dengan raihan medali perak, sedangkan perunggu menjadi milik Hilmanafika Sagarmantha asal DI Yogyakarta (32,346 detik).

Pundi-pundi emas Papua tidak berhenti di Jeremia, pada nomor ITT 400 meter putri, Deitalianis Stugriam berhasil mencatatkan waktu terbaik 35,367 detik, lalu disusul atlet asal DKI Jakarta Latisha Luna Sasmito (35,435 detik) dan tempat ketiga diduduki Zhahwa Harmalia Putri asal Papua (35,460 detik).

Baca juga: Atlet sepatu roda Sumut Muhammad Khadafi sabet perak PON Papua
Baca juga: Cabang sepatu roda PON Papua diikuti 16 provinsi

Baca juga: Sebanyak 89 atlet sepatu roda dari 16 provinsi bersaing di PON Papua
Baca juga: Klemen Tinal dan arena sepatu roda standar internasional di PON papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel