Papua kawinkan emas selam laut orientasi bawah air

·Bacaan 2 menit

Tuan rumah Papua meraih emas cabang olahraga selam laut nomor orientasi bawah air (OBA) 5 Point putra dan putri Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua setelah gagal di nomor M Course pada hari sebelumnya.

"Sudah lama kami menantikan hal-hal seperti ini karena kemarin, kami cukup gagal total karena putra putri tidak dapat medali," ujar pelatih Papua Absentius Sembiring di Teluk Yos Sudarso Jayapura, Kamis.

"Kemudian ada keberuntungan hari ini, karena memang di nomor yang sekarang ini yang kita memang fight, artinya lebih baik dari kemarin, ini yang kita janjikan memang ini medali, ternyata dua-duanya dapat putra putri," tambahnya.

Wakil Papua Verry Dwi Irjayanto finis di tempat pertama dengan total nilai 1.517. Sementara di urutan kedua, wakil Jawa Tengah Andi Juniadi mencatatkan total nilai 1.400 sekaligus berhasil membawa pulang perak. Sealnjutnya, medali perunggu diraih oleh wakil Sumatera Selatan Max Kalao.

Baca juga: Atlet selam laut Jatim sabet emas meski terkendala arus kencang

Sementara itu, di nomor putri, Faradihila A Hehanusa mempersembahkan emas untuk Papua dengan total nilai 1.342, disusul wakil Maluku Astrid Marsella Teng dengan catatan 950 poin untuk perak dan wakil Papua Barat Hasmaria Seriger Sormin untuk medali perunggu.

Absentius mengatakan dua emas tersebut telah sesuai dengan target yang ditetapkan. Baik Verry maupun Faradihila juga meraih emas pada gelaran Pra-PON.

Dalam pertandingan hari ini, Absentius mengakui Jawa Timur, Bali dan DKI Jakarta merupakan pesaing berat. Kemudian, perwakilan dari Sulawesi Selatan yang kemarin mendapat perak di M Course juga menjadi kompetitor anak didiknya.

Menjalani latihan selama dua tahun, Absentius mengungkapkan lokasi pelatihan dilakukan di tempat yang berbeda-beda untuk mengantisipasi kondisi saat pertandingan.

Baca juga: Baru pertama ikut PON, Suci langsung sumbang emas selam laut untuk DKI

Berhasil mengawinkan emas dalam PON kali ini, Absentius tidak lantas berpuas diri. Dia telah mempersiapkan diri untuk PON mendatang, Sumatera Utara-Aceh 2024.

"Kalau kami lihat dari kalendernya, Aceh, jadi kita harus lebih banyak lagi karena di sana nanti ada 10 medali yang diperebutkan, jadi kita harus ambil atlet," kata Absentius.

"Jadi, yang junior nanti harus dari sekarang, kalau bisa dari KONI, terus pendukung semuanya harus mendukung kita karena nanti akan lebih banyak atlet lagi," sambungnya.

Baca juga: Tuan rumah Papua kemas emas selam laut 6.000 meter finswimming putri
Baca juga: Bonus Rp2 miliar menanti atlet selam Papua: buat beli rumah

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel