Para Ahli Ingatkan Efektivitas Swab Antigen Mandiri di Rumah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Melonjaknya kasus positif COVID-19 membuat banyak orang semakin khawatir akan penularan virus ini. Alhasil, tidak sedikit orang melakukan pemeriksaan tes COVID-19 untuk mengetahui kondisi atau keadaannya.

Berbicara mengenai pemeriksaan tes COVID-19, sendiri bisa dilakukan dengan memanfaatkan tes usap atau swab antigen dan PCR (Polymerase Chain Reaction).

Namun belakangan ini, tren untuk melakukan swab antigen mandiri di rumah marak dilakukan. Hal ini lantaran masyarakat ingin mencegah penularan yang mungkin terjadi saat mereka berada di rumah sakit untuk melakukan tes swab tersebut.

Lantas apakah melakukan swab antigen secara mandiri dan dilakukan sendiri di rumah lebih baik?

Terkait hal itu, Spesialis Patologi Klinik dr. Marina Ludong, Sp.PK angkat bicara. Dalam program Hidup Sehat tvOne, Marina menjelaskan bahwa tes swab mandiri di rumah hasilnya tidak akan maksimal.

Marina menjelaskan, swab antigen sendiri memiliki tahapan-tahapannya, mulai dari pra analitik, analitik, dan pasca analitik.

"Kapan kita melakukan pemeriksaan, bagaimana kita mengambil sampel, bagaimana kita mengerjakannya kemudian bagaimana kita menginterpretasikannya dan bagaimana kita membuang limbah," kata Marina, Rabu 4 Agustus 2021.

Lebih lanjut, Marina menjelaskan, dari tahapan pre analitik apakah tepat kita melakukan rapid antigen, karena kata dia rapid test antigen itu hanya efektif pada permulaan infeksi kalau pasien sudah lebih dari 7 hari.

"Biasanya rapid tes antigen memberikan hasil negatif itu akan memberikan pengertian salah padahal positif," kata Marina.

Lebih lanjut dijelaskan Marina swab antigen mandiri di rumah juga tidak maksimal lantaran cara pengambilan sampel yang kurang tepat. Dijelaskan Marina untuk proses pengambilannya swab itu kan bisa sampai ke nasofaring masuk sampai ke dalam-dalam, selain itu ada juga nasal ada orofaring.

"Kalau untuk rapid test antigen kita mengambil dari nasofaring dari hidung sampai ke arah dalam. Kita pun dari lab untuk mengambil itu ada pelatihan khusus karena itu anatomi yang sangat sensitif kemungkinan berlekuk-lekuk kita ambilnya, kemungkinan tidak terambil dengan baik kemudian akan memberikan hasil tidak benar juga," tutur Marina.

Marina juga mengingatkan masyarakat harus hati-hati tentang maraknya alat tes atau reagen yang dijual murah baik secara online maupun offline.

"Kita harus liat begitu maraknya reagen hati-hati jangan sampai belum tervalidasi belum memiliki nomor izin edar dari kemenkes, kalau tidak tervalidasi gimana hasilnya. kalau validasi gimana cara kerjakan, interpretasinya. kemungkinan bisa saja kerjakan salah," kata Marina.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel