Para bintang tenis ingatkan langsung bertanding di Australia Terbuka setelah karantina 'membahayakan'

·Bacaan 3 menit

London (AFP) - Tampil di Australia Terbuka tanpa waktu persiapan akan "sangat membahayakan", kata spesialis ganda dari Brazil Bruno Soares memperingatkan pada Rabu, setelah turnamen-turnamen pemanasan menjelang Grand Slam di Australia itu semakin diragukan terjadi.

Pesan keras itu muncul setelah kepala tenis Australia menandai "tantangan baru" seputar kedatangan pemain selama pandemi virus corona.

Dalam korespondensi dengan para pemain, ATP yang menjadi tur tenis putra menyebutkan kedatangan yang semula direncanakan Desember itu kini menjadi tidak pasti sehingga berpotensi mengganggu jadwal Januari yang padat.

Mengingat para pemain diharuskan menjalani karantina 14 hari, penundaan apa pun dapat menyulitkan penyelenggaraan Piala ATP bergengsi itu dan turnamen-turnamen lainnya sebelum jadwal dimulainya Australia Terbuka di Melbourne pada 18 Januari.

"Dalam diskusi dengan Tennis Australia selama 24 jam terakhir, kami diberitahu bahwa ada beberapa tantangan baru seputar tanggal kedatangan yang direncanakan sebelumnya untuk para pemain dan anggota tim," bunyi pesan ATP, yang dicuit oleh petenis nomor 193 dunia Lukas Lacko.

"Kami memahami ada ketidakpastian mengenai awal musim 2021, dan kami bekerja sekeras mungkin guna memberikan kalender turnamen yang terbaik," tambah ATP.

Perjalanan internasional ke Australia masih dikontrol ketat dan semua kedatangan di luar negeri harus dikarantina selama dua pekan, sementara masing-masing negara bagian juga memiliki pembatasan Covid-19 sendiri-sendiri.

Juga tidak jelas apakah pemain akan dibolehkan berlatih selama karantina.

Soares, yang bermain pada nomor ganda dalam ATP Finals di London pekan ini, mengatakan akan sulit bertanding tanpa latihan.

"Seandainya kami harus mengkarantina selama 14 hari di dalam ruangan dan kemudian memainkan pertandingan Grand Slam, maksud saya, saya akan melakukannya karena itu tugas saya dan saya harus menemukan caranya," kata petenis Brasil yang menjadi anggota dewan pemain ATP tersebut.

"Tetapi saya kira cukup membahayakan bagi pemain tanpa persiapan pergi ke sana dan segera bertanding. Saya pikir itu secara fisik sangat berbahaya."

Alexander Zverev yang memburu gelar tunggal keduanya dalam Final ATP, mengatakan dia juga khawatir.

"Jika kami bahkan tak bisa berlatih selama 14 hari dan kami harus bermain di Australia Terbuka, itu tebak-tebakan," kata dia "Maksud saya, pada dasarnya Anda bisa melempar koin untuk menentukan yang menang."

Juara bertahan Australia Terbuka Novak Djokovic yang juga bermain di London, mengatakan dia memahami ada beberapa opsi yang tersedia dan dia akan bersiap menghadapi turnamen yang bakal mundur selama satu pekan.

"Saya pastinya berencana bermain di Australia Terbuka," kata dia. "Maksud saya, saya ingin pergi ke sana dan saya siap menjalani karantina selama dua pekan dan apa pun yang diperlukan agar saya bisa bertanding."

"Saya berharap akan ada dukungan dan pengertian dari pemerintah Victoria dan Australia demi para pemain dan demi Tennis Australia dan bahwa mereka mau membolehkan para pemain bertanding pada pekan kedua karantina."

Tennis Australia pada Senin menandai rencana memindahkan turnamen-turnamen pemanasan dari seluruh Australia ke negara bagian Victoria demi mengurangi kemungkinan penutupan perbatasan negara bagian.

Tetapi Menteri Utama negara bagian Victoria Dan Andrews mengatakan langkah itu belum disepakati, terutama karena Melbourne baru-baru ini mengakhiri lockdown selama sebulan.

Australia relatif berhasil dalam membendung virus corona, dengan lebih dari 27.700 kasus dan 907 kematian tercatat sejak pandemi mulai terjadi.

Tetapi wabah di South Australia yang bertetangga dengan Victoria, pada Rabu memicu lokcdown enam hari ketika para pejabat bergegas membendung sebuah kluster di Adelaide.


al-th-jw/dj