Para-bulu tangkis Indonesia yakin penuhi target meski tanpa Leani

Tim para-bulu tangkis Indonesia optimistis dapat merealisasikan target enam medali emas, empat perak, dan empat perunggu, meski tampil tanpa Sang Ratu para-badminton Indonesia Leani Ratri Oktila dalam ASEAN Para Games 2022.

Leani yang meraih dua medali emas pada Paralimpiade Tokyo 2022 harus absen karena tengah dalam masa pemulihan setelah melahirkan.

Meski begitu sebagai cabang olahraga yang diandalkan, para-bulu tangkis optimistis dapat menyumbang pundi-pundi medali Indonesia dalam ASEAN Para Games 2022.

"Target memang diberikan kepada setiap cabang olahraga. Kami, tim para-bulu tangkis, targetnya ada enam medali emas, empat perak, dan empat perunggu," kata pelatih para-badminton Yunita Ambar Wulandari di Solo, Jawa Tengah, Minggu.

Baca juga: Para-bulu tangkis Indonesia bidik enam emas di APG meski tanpa Ratri

Enam medali emas itu diharapkan datang dari Ukun Rukaendi (tunggal putra SL3), Fredy Setiawan (tunggal putra SL4), Deva Anrimusthi (tunggal putra SU5), dan Khalimatus Sadiyah (tunggal putri SL4).

Sedangkan dua emas lainnya dari sektor ganda via Fredy Setiawan/Dwiyoko (ganda putra SL3-SL4) dan Deva Anrimusthi/Hafizh Briliansyah Prawiranegara (ganda putra SU5).

Yunita mengungkapkan status tuan rumah bakal memberi keuntungan tersendiri untuk tim para bulu tangkis Indonesia di ASEAN Para Games 2022. Apalagi mereka sudah lama menggelar Pelatnas di Kota Bengawan.

"Pelatnas para-bulu tangkis ada di Solo. Sebagai tuan rumah, kami mungkin lebih unggul dalam adaptasi dengan lingkungan maupun venue pertandingan. Kami juga sudah lebih banyak berlatih di venue yang akan dipakai pertandingan nanti. Jadi, adaptasinya bisa lebih siap," ujarnya.

Baca juga: Suryo Nugroho buka peluang Indonesia raih emas pertama APG 2022
Baca juga: ASEAN Para Games 2022 pelepas dahaga Hafizh usai nyaris frustrasi

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel