Para Calon Juara MotoGP 2020 Serius Hitung Peluang

I Gede Ardy Estrada
·Bacaan 4 menit

Tiga balapan, enam rider, dan gap 32 poin. Semua itu jadi sorotan menjelang MotoGP Eropa di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol, Minggu (8/11/2020).

Pembalap Suzuki Ecstar Joan Mir memimpin klasemen sementara. Namun posisinya masih rawan karena lima pembalap di belakangnya bisa mengambil alih.

Raihan 137 poin Mir masih sangat mungkin dijangkau Fabio Quartararo (Petronas Yamaha SRT, 123 poin), Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha, 118).

Franco Morbidelli (Petronas Yamaha SRT, 112), Andrea Dovizioso (Mission Winnow Ducati, 109), serta Alex Rins (Suzuki Ecstar, 105) pun punya peluang.

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP

Joan Mir, Team Suzuki MotoGP<span class="copyright">Gold and Goose / Motorsport Images</span>
Joan Mir, Team Suzuki MotoGPGold and Goose / Motorsport Images

Gold and Goose / Motorsport Images

"Sejujurnya, saya tidak peduli dengan (pembalap) yang lain. Saya hanya ingin fokus pada diri sendiri, soal tampil maksimal dalam setiap balapan," ia menambahkan.

Bukan berarti, Mir tak menyadari posisinya belum aman. Hanya saja rider 23 tahun tersebut tidak ingin ambil pusing dan itu malah mengganggu performanya.

Berbeda dengan Mir yang mampu konsisten, Quartararo mengalami kemunduran performa setelah memenangi balapan di Barcelona, akhir September lalu.

Sejak itu, pembalap asal Prancis tersebut selalu gagal naik podium. Akibatnya, Quartararo harus rela posisi puncak klasemen diambil alih oleh Mir.

Tetapi, ia mengaku telah menekan "tombol reset" dan siap untuk berjuang habis-habisan di Valencia, dalam balapan di salah satu sirkuit favoritnya.

Fabio Quartararo, Petronas Yamaha SRT

Fabio Quartararo, Petronas Yamaha SRT<span class="copyright">Gold and Goose / Motorsport Images</span>
Fabio Quartararo, Petronas Yamaha SRTGold and Goose / Motorsport Images

Gold and Goose / Motorsport Images

"Anda tahu, hampir sepanjang musim ini saya di posisi teratas dan tidak merasakan tekanan. Namun setelah berada di urutan kedua, saya sedikit lebih tertekan," ujar Quartararo.

"Di saat bersamaan, saya pun lebih termotivasi dan percaya diri. Ada banyak pembalap yang masih berpeluang juara. Intinya adalah fokus balapan demi balapan."

Vinales, calon rekan setim Quartararo di tim pabrikan Yamaha tahun depan, juga siap berjuang usai gagal podium dalam empat balapan terakhir.

Pria 25 tahun tersebut telah memetik pelajaran dari dua race di Sirkuit Motorland Aragon, bulan lalu, yang menurutnya tidak terlalu buruk.

Vinales finis di urutan keempat pada MotoGP Aragon, lalu menempati posisi ketujuh dalam MotoGP Teruel. Raihannya lebih baik dibandingkan Quartararo.

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing

Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing <span class="copyright">Gold and Goose / Motorsport Images</span>
Maverick Vinales, Yamaha Factory Racing Gold and Goose / Motorsport Images

Gold and Goose / Motorsport Images

"Dua balapan terakhir sebenarnya tidak buruk karena kami mampu meraih poin. Namun juga ada banyak kesalahan, jadi kami memahami banyak hal dari sana," kata Vinales.

"Franco (Morbidelli) luar biasa di Alcaniz (MotoGP Teruel), itu memberikan banyak energi dan motivasi bagi kami untuk tampil maksimal di Valencia."

Vinales akan membawa misi besar ke Sirkuit Ricardo Tormo, yakni mengalahkan Mir dan Quartararo. Jika mampu, ia berpotensi memangkas gap poin dengan mereka.

"Strategi kami sangat jelas, finis di depan keduanya. Itu akan menjadi target utama. Tentu tidak mudah, namun kami ingin mencoba melakukannya," ucap Vinales.

Franco Morbidelli, Petronas Yamaha SRT

Franco Morbidelli, Petronas Yamaha SRT<span class="copyright">Gold and Goose / Motorsport Images</span>
Franco Morbidelli, Petronas Yamaha SRTGold and Goose / Motorsport Images

Gold and Goose / Motorsport Images

Dibandingkan dua rekannya di Yamaha, beban Morbidelli lebih ringan. Satu hal yang sekarang perlu diusahakannya adalah menjaga konsistensi.

Dengan begitu, kesempatan untuk menyodok tiga pembalap di atasnya sangat besar. Kesuksesan memenangi MotoGP Teruel, Morbidelli kini menempati posisi keempat klasemen.

"Saya punya feeling hebat dengan motor, terutama pada race terakhir. Mungkin saya dan Alex (Rins) telat memanaskan persaingan, namun kami akan berusaha mengejar," tutur Morbidelli.

"Saya siap memberikan yang terbaik pada tiga balapan tersisa. Saya pikir semua pembalap akan melakukan itu, tetapi mungkin beban saya tidak seberat yang lain."

Andrea Dovizioso, Ducati Team

Andrea Dovizioso, Ducati Team<span class="copyright">Gold and Goose / Motorsport Images</span>
Andrea Dovizioso, Ducati TeamGold and Goose / Motorsport Images

Gold and Goose / Motorsport Images

Di sisi lain, Dovizioso telah pasrah soal peluang menjadi juara dunia MotoGP 2020. Meski demikian, secara matematis, rider Italia ini masih punya kesempatan.

Dovizioso mungkin kini berada di urutan kelima klasemen, tetapi gapnya dengan Mir cuma 28 angka. Dengan 75 poin yang masih bisa diraih, ia tetap masuk hitungan.

Kemungkinan balapan akhir pekan ini, yang diprediksi berlangsung dalam kondisi basah, akan menguntungkan Dovizioso. Ia hanya perlu lebih cepat jika cuaca cerah.

"Seperti yang Anda semua tahu, setiap balapan memiliki cerita berbeda dan ini trek yang berbeda. Yang pasti, kami akan mencoba maksimal pada tiga laga sisa," kata Dovizioso.

Alex Rins, Team Suzuki MotoGP

Alex Rins, Team Suzuki MotoGP<span class="copyright">Gold and Goose / Motorsport Images</span>
Alex Rins, Team Suzuki MotoGPGold and Goose / Motorsport Images

Gold and Goose / Motorsport Images

Sementara itu, Rins menjalani periode luar biasa pada dua balapan terakhir. Ia sukses menyabet podium pertama dan kedua dalam double-header di Aragon.

Raihan tersebut pun mengantar rider Spanyol ini melesat menduduki posisi keenam klasemen dan sekarang terpaut 32 poin dari Mir, rekan setimnya.

Seperti Morbidelli dan Dovizioso, beban Rins tidak seberat Mir, Quartararo, dan Vinales menghadapi tiga balapan tersisa MotoGP 2020.

"Jelas saya senang memiliki peluang bersaing menjadi juara dunia. Musim ini posisi saya tidak konsisten karena cedera dan kesalahan-kesalahan kecil saat balapan," ujar Rins.

"Targetnya adalah berusaha terus meraih podium. Saya tertinggal 32 poin (dari puncak klasemen), jadi sama sekali tidak ada tekanan," ia menuturkan.

Tensi pun makin tinggi menyusul hitung mundur telah dimulai dengan bergulirnya sesi latihan bebas MotoGP Eropa di Valencia pada Jumat (6/11/2020).