Para Ikon Timnas yang Berlaga di Piala Dunia 2022 : Bakal Bikin Sukses atau Biang Kekecewaan ?

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 2022 semakin dekat. Berdasarkan jadwal, pertandingan bergengsi di pentas tertinggi empat tahunan besutan FIFA itu akan dimulai pada 21 November mendatang.

Ada 32 negara yan tergabung dalam delapan grup, baik unggulan maupun underdog, akan bersaing step by step menuju final. Oleh karena itu, sudah pasti persaingan panas bakal menjadi tonton menarik jelang akhir tahun 2022.

 

Simak Nama

Sukses tidaknya tim memang bergantung kepada kerjasama tim. Akan tetapi, pemain bintang juga sangat berperan. Setiap negara tentunya punya pemain bintang.

Mau tahu siapa saja? Ditulis dalam empat artikel, Bola.com memberikan jawabannya buat kalian. Segera kepoin yuk!

 

Qatar - Akram Afif

Bisa dibilang, seluruh pemain Qatar berbasis dari tim-tim domestik. Meski tak masuk unggulan, namun bagi pendukung tuan rumah aksi tim ini selalu dinanti.

Berdasar skuad terkini, Akram Afif merupakan bintang andalan. Winger berusia 26 tahun yang saat ini memperkuat Al Sadd, pernah berkostum Villarreal namun dipinjamkan ke Sporting Gijón dan Eupen.

 

Ekuador - Moises Caicedo

Selain Enner Valencia, eks West Ham United yang kini memperkuat Fenerbahçe, Ekuador juga punya pemain bintang lainnya Moises Caicedo. Bahkan, disebut-sebut, kehadiran Caicedo dianggap lebih penting dari Valencia.

Gelandang Brighton yang agresif itu mengumpulkan lebih dari 20 caps sebelum ulang tahunnya yang ke-21 pada 2 November 2022. So, apakah dia sanggup menjawab semua tantangan atau justru melempem.

 

Senegal - Sadio Mane

Sadio Mane (kiri kedua) resmi diperkenalkan sebagai rekrutan baru Bayern Munchen pada Rabu (22/06/2022) waktu setempat, ditemani oleh CEO Bayern Munchen Oliver Kahn (kiri), Presiden Klub Bayern Munchen Herbert Hainer (kanan kedua), dan Direktur Olahraga Bayern Munchen Hasan Salihamidzic (kanan). (dpa via AP/Sven Hoppe)
Sadio Mane (kiri kedua) resmi diperkenalkan sebagai rekrutan baru Bayern Munchen pada Rabu (22/06/2022) waktu setempat, ditemani oleh CEO Bayern Munchen Oliver Kahn (kiri), Presiden Klub Bayern Munchen Herbert Hainer (kanan kedua), dan Direktur Olahraga Bayern Munchen Hasan Salihamidzic (kanan). (dpa via AP/Sven Hoppe)

Sadio Mane akan berharap memimpin tim Afrika lebih jauh dari perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia. Mantan pilar Liverpool yang kini merumput bersama raksasa Jerman, Bayern Munchen bakal berjibaku.

Dia memiliki semua syarat untuk bisa dijadikan andalan di lini depan. Tak hanya itu, keberadaan Mane juga mengatrol mentalitas para skuad lain.

 

Belanda - Virgil van Dijk

Virgil van Dijk. Bek tengah Liverpool ini telah menjabat kapten Timnas Belanda sejak 2018. Akibat cedera, ia gagal tampil untuk memimpin Tim Oranye berlaga di Euro 2020 lalu. Total telah mengoleksi 42 caps dengan mencetak 5 gol sejak debutnya pada 10 Oktober 2015. (AFP/John Thys)
Virgil van Dijk. Bek tengah Liverpool ini telah menjabat kapten Timnas Belanda sejak 2018. Akibat cedera, ia gagal tampil untuk memimpin Tim Oranye berlaga di Euro 2020 lalu. Total telah mengoleksi 42 caps dengan mencetak 5 gol sejak debutnya pada 10 Oktober 2015. (AFP/John Thys)

Tiga kali gagal di final, kini Belanda tak mau menenggak pil pahit lagi di Piala Dunia 2022 Qatar. Bermaterikan sederet pemain berpengalaman, tak berlebihan jika Van Dijk layak didapuk sebagai bintang di edisi ini.

Sukses bersama Liverpool menjadi senjatanya agar bisa membawa berkah bagi De Oranje.

 

Inggris - Harry Kane

Penyerang Timnas Inggris, Harry Kane menjadi top skor Piala Dunia 2018. Bomber Tottenham Hotspur itu mengemas enam gol yang membuatnya memenangkan Sepatu Emas Piala Dunia di Rusia. (AFP/Glyn Kirk)
Penyerang Timnas Inggris, Harry Kane menjadi top skor Piala Dunia 2018. Bomber Tottenham Hotspur itu mengemas enam gol yang membuatnya memenangkan Sepatu Emas Piala Dunia di Rusia. (AFP/Glyn Kirk)

Empat tahun lalu di Rusia, Kane membawa pulang Sepatu Emas Piala Dunia 2018. Dengan torehan enam gol, pemain kepunyaan Tottenham Hotspur itu menjadi yang tersubur saat itu.

Kini, di Qatar, Kane juga masih jadi tumpuan Inggris. Tak hanya gol, Kane juga diharapkan bisa membawa Inggris ke final dan memenangkan Piala Dunia 2022.

 

Iran - Sardar Azmoun

Setelah tampil cukup oke di Piala Dunia 2018, Azmoun santer diberitakan masuk radar klub-klub Premier League, Inggris. Namun striker 27 tahun itu malah hijrah dari Rubin Kazan ke Zenit Saint Petersburg.

Musim ini, Azmoun meneruskan petualangannya ke Jerman, bergabung dengan Bayer Leverkusen. Di Piala Dunia 2022 Qatar, tak ada nama mentereng lain di Timnas Iran selain dia.

 

AS - Christian Pulisic

Gelandang tim nasional Amerika Serikat (AS) Christian Pulisic (kanan) beraksi melawan Trinidad-Tobago pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Couva, Selasa (10/10/2017). (AFP/Luis Acosta)
Gelandang tim nasional Amerika Serikat (AS) Christian Pulisic (kanan) beraksi melawan Trinidad-Tobago pada laga Kualifikasi Piala Dunia 2018 di Couva, Selasa (10/10/2017). (AFP/Luis Acosta)

Pulisic merupakan warga negara Amerika Serikat yang beruntung. Itu karena winger berusia 23 tahun berkesempatan merasakan kerasnya Liga Inggris dan Liga Jerman.

Datang ke Chelsea dari Borussia Dortmund pada 2019, Pulisic sempat balik lagi ke Dortmund sebagai pemain pinjaman. Bermodalkan pengalaman berharga, AS tentunya berharap banyak kepada Pulisic.

 

Wales - Gareth Bale

Dari segi usia, Bale bisa dibilang tak lagi muda. Eks Spurs dan Real Madrid itu kini berusia 33 tahun.

Namun, bagi Wales, Bale adalah segalanya. Bersama Bale, Wales siap bertarung habis-habisan.