Para Ilmuan Skotlandia Kuak Bukti Mars Bukanlah Planet Mati

Liputan6.com, Jakarta- Para ilmuan mengungkap, meteorit yang terbentuk jauh di dalam perut Mars, telah memberikan bukti kimiawi yang kuat tentang konveksi magma di dalam mantel Planet Mars. Bukti ini menunjukkan bahwa Mars bukanlah planet mati.

Kristal olivin dalam meteorit Tissint yang jatuh ke Bumi pada 2011, menunjukkan planet tersebut aktif secara vulkanis ketika kristal terbentuk sekitar 574 hingga 582 juta tahun yang lalu.

Ahli geologi planet, Nicola Mari, dari University of Glasgow di Skotlandia mengatakan, tidak ada bukti konveksi magma sebelumnya di Mars, tetapi pertanyaan mengenai "Apakah Mars masih merupakan planet yang aktif secara vulkanis?" sebelumnya diselidiki menggunakan metode yang berbeda. 

Walaupun kristal olivin cukup umum di Mars, Nicola dan timnya melihat sesuatu yang aneh di mana kristal-kristal itu memiliki jarak pita kaya fosfor yang tidak beraturan. Proses ini disebut sebagai perangkap zat terlarut (solute trapping), seperti dikutip dari Science Alert, Selasa (12/5/2020).

Suhu Mantel Mars

Penampakan awan di Planet Mars (NASA)

Nicola Mari dan timnya menemukan bahwa mantel Mars mungkin memiliki suhu sekitar 1.560 derajat Celcius pada periode akhir Amazon di Mars ketika olivin terbentuk. Hal ini sangat dekat dengan suhu mantel bumi yaitu 1.650 derajat Celcius selama Eon Archean antaa 4 hingga 2,5 miliar tahun yang lalu.

Meskipun begitu, tidak berarti Mars seperti Bumi purba. Tetapi berarti Mars dapat menahan sedikit panas di bawah mantelnya yang diperkirakan karena tidak memiliki lempeng tektonik yang membantu menghilangkan panas seperti di Bumi, Mars dapat mendingin lebih lambat.

Hasil ini menunjukkan bahwa interpretasi sebelumnya tentang kekeringan di Mars berdasarkan permukaan olivin mungkin perlu ditinjau kembali.

Saksikan Video Berikut Ini: