Para Jurnalis di Malang Wajib Disuntik Vaksin COVID-19

Mohammad Arief Hidayat, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Kota Malang sedang merampungkan vaksinasi tahap I termin pertama. Sebanyak 6.991 tenaga kesehatan dari total 12.521 tenaga kesehatan sasaran vaksinasi di Kota Malang telah disuntik vaksin buatan Sinovac. Setelah semuanya rampung mereka akan melanjutkan vaksinasi termin kedua dan vaksinasi tahap II dengan sasaran bagian pelayanan publik.

Bagian pelayanan publik yang disasar antara lain TNI, Polri, dan guru. Pemerintah memasukkan kalangan jurnalis sebagai bagian program vaksinasi tahap II. Sebab, jurnalis dalam menjalankan kerjanya selalu bertemu dengan bagian pelayanan publik, termasuk berbagai narasumber dari berbagai latar belakang.

Wali Kota Sutiaji mengatakan, unsur media massa termasuk jurnalis masuk dalam kategori yang erat bersentuhan dengan publik. Bahkan, saat melakukan wawancara dengan narasumber sangat susah menjaga jarak, termasuk dengan dirinya yang pernah terpapar COVID-19.

Baca: Vaksin COVID-19 Bikin Kebal Seumur Hidup, Ini Kata Dokter

"Memang saya minta, jadi pelaku-pelaku yang selalu bertemu dengan publik, selain tenaga kesehatan ini kan TNI, Polri, itu direkomendasikan mendapat vaksin, termasuk media juga. Physical distancing (jaga jarak) kan tidak terjaga saat wawancara itu. Itu saya laporkan ke staf ahli Menteri Kesehatan. Buktinya masih ada," kata Sutiaji, Selasa, 2 Februari 2021.

Vaksinasi di Kota Malang saat ini menyasar para tenaga kesehatan. Termin pertama ditargetkan rampung pekan ini. Kemudian termin kedua akan dilakukan dua pekan setelah termin pertama selesai. Vaksinasi tahap I ditargetkan rampung akhir Februari 2021.

Kuota vaksinasi untuk jurnalis pada tahap II mereka akan melakukan koordinasi dengan sejumlah organisasi jurnalis untuk memastikan jumlah wartawan di Kota Malang. Pemerintah juga sedang menunggu petunjuk teknis untuk vaksinasi tahap II.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Sri Winarni mengatakan, fasilitas layanan kesehatan yang ada di Kota Malang sebanyak 84 tempat untuk vaksinasi. Terdiri dari 16 puskesmas, 25 rumah sakit dan 43 klinik. Di masing-masing fasilitas layanan kesehatan memiliki jumlah vaksinator berbeda seperti rumah sakit 10 orang, puskesmas 5 orang, dan klinik 3 orang.

"Jadi jika dihitung ada sebanyak 416 vaksinator di Kota Malang. Saat ini vaksinator sudah tersedia di setiap fasilitas layanan kesehatan setelah kami lakukan on the job training (OJT)," ujar Sri.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah memasukkan elemen jurnalis untuk mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 tahap II. Menurut Khofifah, jurnalis termasuk pemberi layanan publik yang memiliki risiko tinggi terpapar COVID-19.