Para Miliarder Pemenang dan Pecundang di Pilpres AS 2020

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Joe Biden akhirnya menjadi pemenang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS). Kenyataannya, bukan hanya Biden yang menjadi pemenang dalam Pemilu negara Adidaya tersebut.

Semenjak awal 2020, lebih dari 250 miliarder merogoh koceknya untuk mendukung program kampanye Joe Biden maupun Donald Trump.

Beberapa menghabiskan ribuan, jutaan bahkan ratusan juta Dolar AS demi mendukung pilihannya.

Miliarder Tom Steyer dan Michael Bloomberg menjadi bagian dari miliarder yang bisa tersenyum senang atas hasil Pilpres AS 2020.

Ini mengingat keduanya mendonasikan begitu banyak uang untuk mendukung Biden sebagai Presiden Amerika Serikat selanjutnya, walaupun keduanya sempat menghabiskan dana sia-sia karena kampanye pencalonan dirinya gagal.

Tom Steyer sendiri mengeluarkan lebih dari USD 342 juta dan Bloomberg mendonasikan sekitar USD 1,1 miliar pada Pilpres tahun ini, seperti melansir Forbes, Jumat (13/11/2020).

Berikut ini adalah daftar miliader yang berhasil menjadi pemenang dan pecundang di Pilpres Amerika Serikat 2020:

Pemenang

Ilustrasi miliarder (iStock)
Ilustrasi miliarder (iStock)

Dustin Moskovitz: Teman sekamar kuliah Mark Zuckeberg ini menghabiskan begitu banyak uang untuk melawan Trump di Pilpres 2020.

Dirinya mendonasikan lebih dari USD 800.000 untuk Joe Biden dan USD 20 juta lagi untuk Future Forward, sebuah PAC yang mendanakan USD 100 juta untuk iklan TV khusus untuk menyerang Trump.

"Hari ini hujan di San Fransisco, yang dimana hal itu sempurna," ujar tweet Moskovitz sehari setelah kemenangan Joe Biden.

Reid Hoffman: Co-founder dari Linkedin ini juga menjadi salah satu pendonor top Biden, dengan membantu mantan Wakil Presiden tersebut mengumpulkan rekor total donasi untuk program kampanyenya.

Hoffman sendiri mendonasikan lebih dari USD 12 juta untuk putaran Pilpres tahun ini, termasuk USD 500.000 kepada Biden dan USD 1,5 juta kepada Unite The Country (PAC pro-Biden).

Dirinya memberikantahukan kepada Axios, bahwa beberapa hari sebelum Pemilu dimulai, Hoffman menaruh USD 1 juta ntuk iklan kampanye digital yang meminta para pemilih untuk sabar karena suaranya akan dihitung.

Pada Pilpres tahun 2016 pun, Hoffman mengejek Trump dengan gaya permainan kartu "Cards Against Humanity" dengan memanggilnya "Kartu Trump".

Jim Simons: Dirinya bersama dengan istrinya, Marilyn, mendonasikan lebih dari USD 20 juta untuk kepentingan politik di tahun ini, termasuk donasi sebesar USD 978.400 kepada Biden Action Fund dan USD 4 juta untuk Prioritise USA Action.

Simons juga mendukung kandidat Presiden Demokrat gagal, John Hickenlooper, yang ternyata berhasil menduduki kursi Senat di Colorado.

Mantan professor matematika ini mendirikan kuantitatif Hedge Fund, Reinassance Technologies pada tahun 1982. Mantan CEO perusahaan tersebut, Robert Mercer, adalah salah satu donator terbesar Donald Trump.

Reed Hasting & Patty Quilin: Co-founder dari Netflix bersama dengan istrinya, Patty Quilin, dikabarkan secara bersama-sama menjadi tuan rumah untuk acara penggalangan dana untuk Pete Buttigieg di bulan Desember 2019, tapi akhirnya justru memberikan sekitar USD 1,4 juta kepada Biden.

Quilin sendiri sekarang menjadi pendonor politik terbesar untuk proposisi California untuk tahun ini. Dirinya menaruh sebesar USD 2 juta untuk lawan Proposisi 20, yang membuat kualifikasi pembebasan bersyarat bagi para tahanan jauh lebih ketat.

Pecundang

Ilustrasi Miliarder. Don Unsplash
Ilustrasi Miliarder. Don Unsplash

Donald Trump: Presiden miliarder pertama Amerika, Donald Trump menjadi satu-satunya pemimpin AS yang gagal untuk terpilih ulang di Pilpres.

Dirinya akan meninggalkan kekuasaan di Gedung Putih pada tangga 20 Januari, yang dimana estimasi kekayaan tempat tersebut USD 1 miliar lebih rendah sejak dirinya menjabat.

Ini akibat dari berbagai kombinasi bisnis yang ambruk gara-gara kritikan politik, pengaruh Covid-19, dan USD 66 juta untuk donasi kampanye personal di tahun 2016.

Tapi untungnya untuk Trump, kekalahan tahun ini tidak terlalu merugikan dompetnya, mengingat bahwa dirinya tidak mendonasikan sepeser pun untuk kampanye Pilpres 2020.

Steven Schawrzman: Di mana kebanyakan orang Wall Street menjauhkan diri dari Trump dan mendukung Biden, Shwarzman justru melakukan hal sebaliknya.

Salah satu pendukung Trump yang paling ternama ini merupakan co-founder dari perusahaan equity privat, Blackstone.

Dirinya yang juga pernah bertugas sebagai penasihat informal Presiden, setidaknya mendonasikan USD 3,7 miliar untuk komite pendukung Trump, termasuk RNC (Komite Nasional Republikan) dan PAC pro-Trump.

Di tahun 2017 dirinya menjadi tuan rumah dalam mengumpulkan USD 100.00 untuk penggalangan dana Presiden pada rumahnya sendiri di Manhatan.

Sheldon Adelson: Megadonor GOP ini memang terlihat akan menjadi pemenang besar pada malan pemilihan Presiden.

Lindsay Graham yang berhasil menduduki kembali kursi Senat untuk South Carolina, mendapatkan kucuran dana dari Adelson sebesar USD 1 juta.

Setelah itu, Adelson juga mendonasikan sebesar USD 60 juta kepada Senate Leadership Fund, sebuah PAC pendukun senator GOP, yang dimana nampaknya pengeluaran tersebut dinilai menguntungkan mengingat banyak Demokrat yang gagal menduduki kursi Senat.

Tapi selama akhir pekan, Biden dinobatkan sebagai Presiden terpilih Amerika Serikat, membuat Adelson membatalkan pasokan dana sebesar USD 75 juta untuk Preserve America (PAC pendukung Trump).

Pengeluarannya untuk Senat di daerah red state (wilayah Republikan) pun juga nampaknya terancam, mengingat kemungkinan 2 kursi Senat di Georgia bisa diambil oleh calon Demokrat.

Kanye West: West yang telat untuk ikut dalam pertandingan Pilpres hanya muncul di Ballout pada 12 negara bagian. Dirinya pun hanya mendapatkan USD 60,000 suara daritotal 148 juta Ballout yang sampai sekarang dihitung. Kanye West sendiri mendonasikan USD 10 juta untuk program kampanyenya sendiri.

Reporter: Yoga Senjaya Putra

Saksikan Video Ini