Para moderator konten Facebook meminta perhatian lebih

·Bacaan 2 menit

San Francisco (AFP) - Saat pimpinan Facebook Mark Zuckerberg bersiap untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan komite Senat tentang penanganan "posting" yang bermuatan politik, para moderator konten bersikeras bahwa menghargai pekerjaan mereka dengan benar adalah kuncinya.

Dua mantan moderator konten yang dikontrak di AS untuk membuat penilaian atas "posting", dan seorang lainnya yang saat ini menangani tantangan yang sama mengambil bagian dalam panggilan konferensi dengan wartawan pada hari Senin.

Baik mantan atau orang yang masih menjadi moderator konten itu menyatakan keprihatinan tentang postingan yang dimaksudkan untuk menimbulkan masalah atau mengganggu hasil pemilu yang akan datang.

Pekerja yang masih bekerja berbicara tanpa menyebut nama, karena posisi tersebut melibatkan perjanjian tanpa pengungkapan yang membatasi apa yang dapat mereka katakan tentang pekerjaan mereka.

"Saya tentu tidak seharusnya mengatakan yang sebenarnya tentang pekerjaan saya di depan umum," kata moderator konten Facebook.

"Sebenarnya pekerjaan ini sangat penting tetapi dilakukan sepenuhnya secara salah dan sementara kebijakan terus-menerus diubah, situasinya tampaknya menjadi lebih buruk."

Baik mantan atau orang yang masih bertugas sebagai moderator konten itu menggambarkan jam-jam stres yang dihabiskan untuk fokus pada "posting" atau unggahan berisi kebencian dan yang bersifat mengganggu namun hanya sedikit perhatian yang diberikan pada umpan balik atau kesejahteraan mereka.

Mereka menyeru agar Facebook menemukan cara untuk menjadikan mereka dan kolega mereka karyawan tetap, lengkap dengan manfaat yang terkenal dari perusahaan teknologi itu, alih-alih mempertahankan mereka dengan mode pekerjaan "outsourching".

"Facebook dapat memperbaiki sebagian besar masalahnya jika beralih dari mode outsourcing, menghargai moderatornya, dan memasukkan mereka ke dalam proses kebijakannya," kata mantan moderator konten Allison Trebacz.

"Moderator adalah jantung dari bisnis Facebook - begitulah seharusnya mereka diperlakukan."

Zuckerberg telah menolak kekhawatiran tentang unggahan penuh kebencian atau kekerasan di jejaring sosial dengan mengatakan jejaring sosial tersebut telah berinvestasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan dan manusia nyata untuk menghapus konten yang melanggar kebijakannya.

Sebagian besar pasukan moderator konten dikontrak dan sudut pandang mereka - yang didapat dengan susah payah di garis depan pertempuran - biasanya diabaikan, menurut mereka yang mengambil bagian dalam konferensi pers.

"Saya menjadi moderator konten Facebook karena saya yakin saya dapat membantu membuat Facebook lebih aman bagi komunitas saya dan komunitas lain yang menggunakannya," kata Viana Ferguson, yang meninggalkan pekerjaan itu tahun lalu.

"Tapi berulang kali, ketika saya mencoba membahas konten yang dipenuhi dengan rasisme, atau merupakan ancaman yang jelas, saya disuruh untuk mengantre, tugas kami adalah menyeetujuinya."

Zuckerberg dan kepala eksekutif Twitter Jack Dorsey akan bersaksi pada Rabu di depan komite Senat yang mengeksplorasi potensi untuk melemahkan perlindungan hukum yang diberikan kepada platform online terkait dengan apa yang pengguna unggah di sana.