Para Pemilik Isuzu Panther Bisa Tidur Nyenyak

·Bacaan 1 menit

VIVA – Ada beberapa mobil keluarga legendaris yang hadir di Indonesia, salah satunya yakni Isuzu Panther. Berbeda dari kendaraan lain di segmen tersebut, model ini hanya tersedia dalam versi mesin diesel.

Isuzu Panther mulai diproduksi di Indonesia pada 1991, dan awalnya hadir dengan mesin berkapasitas 2.300cc. Seiring perkembangan zaman, perusahaan asal Jepang itu kemudian menggantinya dengan jantung pacu 2.500cc.

Setelah 29 tahun diproduksi massal dan dijual di Tanah Air, PT Isuzu Astra Motor Indonesia memutuskan untuk menyudahi model itu. Selain peminatnya semakin sedikit, mereka juga terkendala dengan rencana pemerintah untuk memberlakukan aturan emisi Euro 4.

Penghentian produksi dan pemasaran Panther tidak hanya dilakukan di Indonesia, sebelumnya hal yang sama juga terjadi di Filipina dan Thailand.

Sejak debut pertamannya hingga akhir, Isuzu Panther telah membukukan 433.117 unit penjualan, termasuk varian minibus dan pikap yang menjadi andalan di segmen kendaraan niaga ringan.

IAMI mengaku, bahwa penghentian produksi serta pemasaran Panther tidak berdampak besar pada angka penjualan mereka.

“Setahun terakhir, volume Isuzu Panther memang sudah kecil sekali," ujar Marketing Division Head IAMI, Attias Asril saat konferensi pers virtual, dikutip VIVA Otomotif Selasa 24 Agustus 2021.

Meski demikian, Attias mengaku bahwa para pemilik mobil yang disebut-sebut tangguh untuk melintasi banjir itu tidak perlu khawatir. Sebab, pihaknya masih akan menyediakan layanan purna jual untuk waktu yang cukup lama.

“Suku cadang masih kami sediakan 8 sampai 10 tahun ke depan. Selama populasi Panther masih ada, kami jamin ketersediaan onderdilnya,” tuturnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel