Para Pengguna Apple yang Suka Kebebasan Wajib Baca Ini

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah

VIVA – Apple baru saja merilis iOS 13.5.1, yang diklaim perusahaan merupakan pembaruan keamanan yang penting dan direkomendasikan untuk semua pengguna. Namun sayangnya, tidak banyak detail yang mereka tulis dalam log perubahan.

Dilansir dari The Verge, Selasa, 2 Juni 2020, seperti yang diungkap oleh akun Twitter Apple Software Update, pembaruan dimaksudkan untuk pengguna yang baru-baru ini melakukan jailbreak.

Baca juga: Harga Ponsel Tahun Ini Semakin Murah

Halaman dukungan Apple menjabarkan pembaruan secara lebih jelas, tertulis bahwa pembaruan untuk mencegah aplikasi mengeksekusi kode arbiter guna mengubah kernel. Artinya, iOS baru ini dirancang mencegah pengguna melakukan jailbreak.

Jailbreak versi Unc0ver saat ini menjadi populer di komunitas iOS, karena tersedia pada iOS 13.5. Jika pengguna sudah menerapkannya pada perangkat Apple, mereka bisa dengan bebas mendapatkan aplikasi di luar App Store tanpa keamanan ketat dari Apple.

Mungkin memang menyenangkan melakukan jailbreak, namun metode ini akan memunculkan celah keamanan yang besar bagi pengguna. Padahal, perusahaan asal Amerika Serikat ini sangat mengandalkan keamanan. Tidak heran, mereka bergerak cepat untuk memperbaiki kerentanan.

Metode jailbreak juga terdapat pada perangkat Android, dikenal dengan nama root. Jika perangkat sudah melakukan ini, pengguna bisa mendapatkan memori penyimpanan yang lebih luas karena bisa menghapus aplikasi yang sebelumnya tertanam abadi dalam ponsel atau tidak bisa dihapus.

Sama seperti jailbreak, metode root juga akan membuat perangkat berada dalam keadaan bahaya, karena tidak ada lagi keamanan yang melindungi Android. Perangkat yang sudah terkena root, masa garansinya juga akan hilang.